Warga Radda Keluhkan Belum Ada Kejelasan Hunian Tetap, Arsyad: Saya Hibahkan Lahan Tak Direspon Bupati

Masambanwes, Luwu Utara — Ratusan warga Desa Radda, Kecamatan Baebunta hadiri kampanye calon Bupati nomor urut 3 pasangan Arsyad Kasmar-Andi Sukma, selasa malam (17/11/20).

Dalam orasi kampanyenya, Arsyad Kasmar menepis fitnah-fitnah lawan yang selalu ditujukan kepadanya.

“Saya maju calon bupati, karena saya cinta daerah ini, banyak fitnah-fitnah dari tim lawan bahwa saya maju karena dibiayai, saya maju karena main-main. Semua itu tidak benar, Arsyad Kasmar maju sebagai calon bupati karena dengan niat tulus ingin ibadah melayani masyarakat dan membangun Luwu Utara lebih maju lagi, karena daerah kita saat ini sangat tertinggal jauh.

“Data dari BPS, kita termiskin ketiga se Sulawesi Selatan. Ini yang harus diperbaiki. Ini kali ketiga saya maju sebagai calon bupati, sejak dulu saya punya cita-cita setelah sukses di luar saya ingin pulang kampung untuk membangun daerah saya,” tegas Arsyad.

Selain itu, Ketua Gerindra Luwu Utara ini juga mengatakan bahwa tujuan bupati dan wakil bupati adalah bekerja sama untuk membangun daerah.

“Bupati dan wakil, harusnya bekerja sama, jangan jalan sendiri-sendiri. Bencana yang terjadi di Luwu Utara karena pemimpinnya tidak akur,” ungkapnya.

Sementara dalam sesi dialog, Nasir Galappa, salah satu warga Desa Radda mengungkapkan bahwa di Radda belum ada Lahan untuk membangun hunian bagi korban banjir.

“Rumah saya di Radda tenggelam habis oleh lumpur, jadi terpaksa saya tinggal di rumah keluarga. Dan sampai saat ini belum ada kejelasan dari pemerintah tentang hunian tetap untuk korban banjir di Radda, lahannya pun juga belum ada yang dibebaskan,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Arsyad kasmar menjelaskan, sehari setelah bencana banjir dirinya langsung membuat surat ke Pemda Luwu Utara untuk menghibahkan tanahnya yang berlokasi di Kecamatan Baebunta. Namun tidak ada respon dari bupati saat itu yang masih dijabat Indah Putri Indriani.

“Saya punya lahan 2 hektar untuk dihibahkan kepada Pemda untuk lokasi hunian korban banjir, tapi tidak ada respon dari bupati yang masih menjabat saat itu, dan sampai sekarang pun belum ada,” tegasnya.

Arsyad menegaskan jika dirinya terpilih menjadi bupati, penanganan pasca banjir akan dimaksimalkan. Termasuk pembangunan hunian tetap bagi seluruh korban banjir wajib dipercepat.

“Penanganan pasca banjir akan dipercepat, termasuk pembangunan hunian tetap bagi warga. Termasuk kita juga akan memberikan lahan kepada warga untuk digarap, dan memberikan fasilitas UMKM sebagai pengganti mata pencaharian warga yang hilang akibat banjir.”

“Dengan adanya bencana yang lalu ini semoga ada hikmahnya bagi kita, dan semoga ada harapan baru untuk maju dan membangun Luwu Utara lebih bagus lagi, lebih maju lagi dan lebih sejahtera dari sebelumnya,” pungkas Arsyad. (rilis)