Tatap Muka Siswa Belajar Juli 2021 Mungkin Molor, Plt Gubernur Sulsel Tak Mau Beresiko

Masambanews, Sulawesi-Selatan – Memang Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini atau tepatnya pada Juli 2021.

Tapi Plt Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Sudirman Sulaiman tak mau ambil resiko dan mengaku belum seratus persen sepenuhnya mematok target belajar tatap muka pada bulan Juli 2021 kedepan. Dan nanti keputusan akan diambil jika kasus Corona Virus (Covid-19) benar-benar sudah terkendali.

Hal ini disampaikan Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman, Sabtu 17 April 2021 bahwa, tentu kita lihat dulu perkembangan kasus dulu. Kalau betul-betul sudah turun atau landai. Dan jangan dipaksakan. Jadi tak ada prediksi.

” Sudirman Sulaiman mengungkapkan, kebijakan ini harus kita lihat pada perspektif luas. Jangan sekadar kepentingan pendidikan, tapi juga kita lihat keselamatan dan efek-efek tertentu yang mungkin bisa muncul,” terangnya.

Nah, kalau sudah dianggap betul-betul sudah aman dari semua sisi baru kita laksanakan. Ini memang dilematis, tapi demi keselamatan anak-anak penerus bangsa itu yang terpenting.

Sudah tiga kali penundaan belajar tatap muka sejak bulan Desember 2020 lalu. Sebelumnya pemerintah memberi rekomendasi dimulainya pembelajaran tatap muka bukan Januari lalu. Namun rencana itu ditunda lagi karena menyusul naiknya kembali angka kasus corona virus di tanah air ini.

Dan pada bulan Februari kembali mengalami ‘Reskedul’. Pemerintah pusat belum mengizinkan. Lalu kemudian diundur lagi ke bukan Juli 2021.

” ini masih sangat beresiko untuk memutuskan belajar tatap muka sekarang. Kita akan mulai jika itu benar-benar sudah aman. Pertimbangan resiko penularan harus dilihat,” tandas Plt Gubernur Sulsel.

Memang target Presiden Jokowi bulan Juli saat mulai (tahun) ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali.

Juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, nantinya kegiatan belajar tatap muka itu tidak sepenuhnya seratus persen. Kegiatan belajar tatap muka akan dilakukan dengan sistem rotasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Tapi paling tidak bisa saja dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi.

Dan sekarang Nadiem mengemukakan, vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan untuk tenaga pendidik mulai dari PAUD, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga Perguruan Tinggi.

Sudirman Sulaiman melanjutkan bahwa, Pemerintah Kota Makassar, sebelumnya menyatakan akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021 kedepan.

Petunjuk Tehnis (Juknis) pelaksanaan tatap muka sudah disosialisasikan. Juknis ini terkait format pembelajaran dan penerapan ketat protokol kesehatan.

Corona Varian Inggeris yang ditemukan di Indonesia bulan Maret 2021 lalu, diduga telah menyebar ke sejumlah provinsi. Jika angkanya tak terkendali sampai tiga bulan ke depan, rencana belajar tatap muka memungkinkan batal lagi.(yus)