Salat Idul Adha, Sekda Luwu Utara Harapkan Disiplin Prokes

Masambanews, Luwu Utara – Meski Kementerian Agama (Kemenag) telah memutuskan meniadakan Salat Idul Adha 1442 H di Masjid maupun di lapangan terbuka untuk menghindari timbulnya kerumunan, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), Armiady, membolehkan warga menggelar Salat Idul Adha. Hanya saja, dia memberi syarat.

Menurut PP Muhammadiyah, Idul Adha 2021 atau yang kerap disebut Lebaran Haji jatuh pada Selasa 20 Juli 2021. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Zulhijah 1442.

Dirapat pelaksanaan Salat Idul Adha yang dipimpin Sekda Lutra, Armiady diruang rapat Wakil Bupati, menegaskan pentingnya disiplin porotokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan Idul Adha. Yah terbatas begitu. Hampir sama dengan Idul Fitri lalu,” kata Sekda Lutra.

Sebagai informasi, lonjakan jumlah pasien Covid-19 tidak hanya terjadi di Pulau Jawa dan Bali serta Sulawesi Selatan, tetapi di daerah lain pun terjadi peningkatan. Termasuk Sulawesi Selatan, terkhusus di Bumi Lamaranginang julukan Luwu Utara.

Data dari Satgas Covid-19 Lutra per hari Rabu 7 Juli 2021 pukul 12.00 Wita, menyebutkan, angka penambahan pasien terkonfirmasi hari ini 14 pasien hingga dua pekan terakhir ini sudah menyentuh 65 kasus dan sudah dua korban covid-19 yang meninggal.

Dengan penambahan 65 pasien di Bumi Lamaranginang menjadikan angka kumulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 1.439 orang dan konfirmasi yang hidup 1.389 orang. Untuk pasien sembuh naik 92 persen pasien. Angka tersebut naik dibandingkan sehari sebelumnya di angka 90,77 persen pasien.

Dengan penambahan 2 pasien sembuh di Lutra membuat angka kumulatif penambahan pasien sembuh tembus 1.324 pasien.

Untuk pasien positif yang meninggal tambah 2 menjadi 50 pasien. Artinya, pasien aktif Covid-19 di Lutra di angka 1.389 pasien hidup. (moryus)