Putri Pariwisata, Asal Palopo Toraja dari Desa Kampung Baru, Wakili Sulawesi Selatan pada Grand Final Desember 2020

Masambanews, Luwu Utara – Falicia Fabiola Abrianti Sendana mewakili Sulawesi Selatan (Sulsel) Putri Parawisata 2020 dari Kota Palopo, asal kediaman orang tuanya dari Desa Kampung Baru Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara.

Febi panggilan akrabnya mewakili Kota Palopo di ajang Pemilihan Putri Pariwisata se Sulsel dan berhasil juara mewakili Sulsel ke Jakarta dan masuk finalis tingkat Nasional dari 34 finalis Provinsi di Indonesia.

Febi pada media ini melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2020) malam, mengaku sangat bangga dan akan berusaha untuk tampil sebaik mungkin pada ajang Putri Pariwisata Indonesia di Jakarta bulan Desember 2020 mendatang.

“Saya sangat senang atas apa yang saya raih, terima kasih juga untuk dukungan dari keluarga, orang tua dan kerabat terdekat. Tentunya ini akan menjadi motivasi untuk saya sendiri sebagai Putri Pariwisata Sulawesi Selatan dan saya berharap dukungan keluarga dan masyarakat, Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara bahkan Sang Torayaan baik di Indonesia bahkan di dunia dengan dana persiapan grand final.

Saya juga mau agar semua generasi muda dapat mempromosikan pariwisata sebagai bentuk pembangunan pariwisata di Sulawesi Selatan melalui media sosial, media online agar dikenal dunia,” kata putri dari pelosok Desa Kampung Baru Kecamatan Sabbang Selatan Luwu Utara, yang juga tamatan SDN Dandang, SMPN Dandang dan SMAN 2 Palopo dan kini Kuliah di Universitas Atma Jaya Makassar dari Fakultas Akuntansi.

Febi yang dipanggil sehari hari di keluarganya, bapaknya bernama Petrus Sendana dan Ibu nya bernama Oktofina Malolo, mengharapkan selalu dukungan moril dan dana dari masyarakat, keluarga besar, relasi dan pemerintah di Luwu Raya dan Toraja Utara, Tana Toraja dimanapun berada.

Menurut Falicia Fabiola Abrianti Sendana yang akrab disapa Febi mengajak kaum perempuan perlu terus mendayagunakan potensi serta sumber daya untuk turut mempromosikan dan mengembangkan pariwisata.

Dikatakan, kaum perempuan harus bangkit dan berprestasi. Kaum perempuan bukan hanya harus cantik dan menarik melainkan harus punya intetektual tinggi, kecerdasan emosional serta spiritual dan sikap dan perilaku yang baik.

“Pemilihan Putri Pariwisata ini juga dalam promosi pariwisata di Sulawesi Selatan sebagai, ‘Ring Of Beauty’ yang sangat kaya, unik, eksotis, indah dan mempesona baik alam, budaya dan adat istiadat,” jelasnya.

“Kalau kita lihat dari sudut pandang gender, pemilihan Putri Pariwisata ini dalam rangka menumbuhkembangkan partisipasi serta peran kaum perempuan dalam pembangunan pariwisata, dari sudut pandang pariwisata kegiatan ini sebagai promosi wisata di Sulsel pada Indonesia dan juga mancanegara, dan dari sudut pandang pengembangan bakat dan prestasi ini adalah seni untuk menampilkan dan mengekspresikan diri sebagai ajang menampilkan kemampuan dan potensi diri kita”, lanjut Febi.

Menurutnya, tujuan Promosi Pariwisata sangatlah penting agar meningkatkan jumlah wisatawan baik nusantara atau mancanegara. Hal tersebut sangat berdampak pada peningkatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seiring dengan program pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadikan Pariwisata sebagai ‘Prime Mover’ pembangunan ekonomi.

“Kegiatan ini memiliki nilai yang sangat penting. Saat ini di daerah kediaman orang tua saya di Kabupaten Luwu Utara yang dijuluki Bumi Lamaranginang yang di tanggal 13 Juli 2020 di porak porandakan bencana banjir bandang, juga tempat pariwisata diterjang banjir dan kini kita tengah mewujudkan Lutra Bangkit Radda, Meli, Masamba Kuat. Hal ini sangat membutuhkan peran kita semua. Dan jangan pernah berhenti mempromosikan pariwisata di Sulsel dimana saja dan kepada semua orang yang kita jumpai,” terangnya.

“Saya mengaku siap menghadapi babak grand final pada bulan Desember 2020 mendatang dan siap menampilkan yang terbaik untuk menjadi pemenang dan bisa mengemban tanggung jawab dengan baik sebagai Putri Pariwisata Sulawesi Selatan 2020. Dan pastinya akan memiliki tantangan karena akan bersaing bersama putri putri pariwisata se Indonesia dari 34 Provinsi,” tandasnya. (yustus)