Pemerintah Menarik Subsidi Pupuk Kimia, Mari Petani Beralih ke Pupuk Organik Eco Farming.

Masambanews, Luwu Utara – Untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan dimasa pandemi corona virus melanda Indonesia dan pemerintah akan menarik subsidi pupuk kimia, maka petani terkhusus petani padi dan perkebunan maka ada solusinya, kita beralih ke pupuk organik ‘ Eco Farming’.

Maka Kelompok Tani Tunas Muda di Dusun Pangalli Desa Dandang, Kecamatan Sabbang Selatan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), tetap semangat untuk meningkatkan produksi pertanian dalam menjaga ketersediaan stok pangan di Bumi Lamaranginang julukan Kabupaten Lutra, sekarang sementara panen padi.

Hal ini disampaikan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Tunas Muda Pangalli, Daniel Rante Tana didampingi Sekretaris Bunga mengatakan pada media ini, Senin 19 April 2021 bahwa belakangan ini kita petani susah sekali mendapatkan pupuk kimia.

“Dan ini kita selalu dimainkan oleh penyalur pupuk, anggota datang mau mengambil pupuk, penyalur katakan orang sudah DO duluan dan sudah membayar, loh kok demikian? padahal kita sudah memasukkan RDKK dan sudah ditandatangani,” tanyanya heran dan mengeluh.

Untuk penanaman padi berikutnya, kami rencana mau datangkan penyalur pupuk organik ‘Eco Farming’ yang sudah banyak terbukti meningkatkan produksi hasil pertanian dan perkebunan yang memuaskan.

Pupuk organik eco farming ini, ramah lingkungan, yang juga mampu meningkatkan hasil pertanian secara signifikan, aman dari kimia serta efektif dan efisien

Sementara Muh Nur, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Dandang Kecamatan Sabbang Selatan Lutra, sangat mengapresiasi Koptan Tunas Muda, mau mencoba hal-hal baru yang membawa manfaat yang baik dengan metode pemanfaatan pupuk organik yang dapat meningkatkan kwalitas dan kwantitas yang memadai,” katanya.

Eco Farming produksi anak bangsa dari PT.Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST) bahwa, eco farming ini adalah pupuk organik yang ramah lingkungan tidak memakai kimia.

Eco Farming superaktif adalah solusi tepat dan bermanfaat untuk semua jenis tanaman serta menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian dua kali lipat dari pemakaian pupuk kimia.

“Ditambahkannya, dirinya akan mengundang leader dari PT. Bandung Eco Sinergi Teknologi (BEST) untuk memberikan workshop dan pelatihan serta pendampingan kepada petani yang bergabung di Koptan Tunas Muda, dan kami tidak menutup anggota Koptan lain dalam Desa Dandang atau diluar Desa Dandang bisa datang mengikuti workshop dan pendampingannya,” tandasnya.(yus)