Pemda Lutra Fokus Pencarian Dan Evakuasi Warga Serta Pembersihan Kota, 36 Korban Jiwa Banjir Bandang Ditemukan

Masambanews, Luwu Utara – Pencarian korban dan evakuasi pasca banjir bandang di Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) terus dilakukan. Jumat (17/7/20) hingga pukul 24.00 Wita,
sudah 36 lagi orang dinyatakan meninggal dunia dan masih puluhan orang dinyatakan hilang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara (Lutra) mencatat, korban hilang yang belum ditemukan hingga malam ini, terdata 68 orang dan 3946 korban mengungsi, 14 ribu lebih jiwa terdampak yang mana tersebat di 6 Kecamatan.

Kepala BPBD Lutra, Muslim Mukhtar menyebut, data 68 korban hilang tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah. Hal itu, lantaran masih banyak warga yang belum melaporkan kehilangan sanak keluarganya ke Posko BPBD Lutra.

“Kita imbau warga yang kehilangan sanak keluarga segera melapor ke Posko BPBD. Karena upaya pencarian korban terus dilakukan melibatkan berbagai unsur. Baik BNPB, TNI/Polri, BPBD dari empat daerah Tana Luwu dan relawan,” kata Muslim Muhtar.

Korban jiwa yang telah ditemukan dan dievakuasi sudah 36 orang. Dari 36 korban jiwa tersebut, 5 korban belum teridentifikasi.

“Sementara Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dihadapan Menteri Sosial, Juliari Batubara dan Kepala BNPB RI, Doni Monardo mengatakan, kita fokus pembersihan kota dalam 1-2 minggu kedepan dan mengevakuasi para korban, melakukan pembukaan akses jalan Trans Sulawesi, akses jalan di wilayah terisolir yang terputus, jembatan yang putus dan ambrol,” terangnya.

Hadir pula di ruang Command Center Kantor Bupati Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, ada dua anggota DPR RI, yakni Muhammad Fauzi dari Fraksi Golkar dan Sarce Bandaso Fraksi PDI-Perjuangan, Bupati Luwu Basmin Mattayang, Kepala BPBD Lutra Muslim Muhtar.

Sekedar di ketahui publik, Nama-Nama Korban Jiwa yang terindetifikasi yakni:

  1. Gandi, Pontanden L (35) di RSUD Andi Jemma
  2. Askar, Pontanden L(49) di RSUD Andi Jemma
  3. Nahmu, Desa Radda L(47) di RS Hikmah
  4. Dra. St. Wahyu, Sapek di RSUD Andi Jemma
  5. Sabarina, Pontanden P(56) di RSUD Andi Jemma
  6. A. Nina Saad, Pontaden P(23)
  7. Mahmud, Desa Radda L(47) di RS Hikmah
  8. Disya (10) Masamba di RS Hikmah
  9. Amri (L/43) Bone Tua di RS Hikmah
  10. Muh. Idris, Lelaki (85) Masamba Affair di RS Hikmah
  11. Putra Adrean, Petambua Lelaki (18) di RS Hikmah
  12. A. Nabil Wais, Pontaden di RSUD Andi Djemma.
  13. Yanti, Desa Radda, Perempuan (28)
  14. Nurmiati Perempuan (50) Desa Radda
  15. Marwiah (P/60) Desa Radda
  16. Baharuddin Pelot (P/70 Thn) Desa Radda.
  17. Zaenab (P/2,5) Desa Radda
  18. M. Taufik (L) Desa Patila
  19. Nurul Ashari (P/34) Desa Radda
  20. Arkam (L/45) Masamba
  21. Fatmawati (P/40) Desa Radda
  22. Hadera (P/60) Laba/Radda
  23. Sadya (P/60) Petambua
  24. Kandolo (L/43) Petambua

Korban Jiwa yang Belum Terindetifikasi yakni, NN (Patila), NN (Radda),NN (Radda), NN (L/dewasa) Desa Meli, NN (P/dewasa) Desa Radda, NN Desa Radda.

Muslim Muhtar mengungkapkan, sampai saat ini kondisi di Masamba dan sekitarnya belum pulih akibat banjir bandang. Selain sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum masih tertutup material lumpur, listrik PLN sudah mulai stabil dan jaringan telkom sudah lancar.

“Sering aliran listrik padam, jadi kita butuhkan lampu portabel, lilin khusus untuk pengungsi,” terangnya. (yustus)