Kebakaran Pasar Tradisionil Sangalla 13 Lapak Rata Tanah, Bupati Tana Toraja: Tabah Hadapi Cobaan Dibalik Itu Ada Rencana Tuhan

Masambanews, Tana Toraja – Kebakaran terjadi di pasar baru tradisionil Sangalla Desa (Lembang) Saluallo Kecamatan Sanfalla’ Utara, Minggu 26 April 2021 lalu, sekura pukul 19.00 Wita menghanguskan 13 lapak milik pedagang, yang juga sebahagian ditempati tinggal.

Selain 13 lapak, kebakaran tersebut Indo’ Karangan menderita luka bakar dibagian tangan dan sementara dirawat di RSUD Lakipadada.

Hal tersebut disampaikan Kepala Lembang (Desa) Saluallo, Ibrahim Ada’ pada media ini disela-sela kunjungan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung bersama Wakil Bupati Zadrak Tombeg, Selasa 27 April 2021 kemarin.

“Ibrahim Ada’ menyebut kebakaran terjadi diduga sementara akibat arus pendek listrik, tapinuntuk kepastiannya kita tunggu hasil penyeludikan yang dilakukan aparat kepolisian dari tim forensik Polres Tana Toraja,” terangnya, seraya menambahkan ada 10 Kepala Keluarga dengan jumlah j8wa terdampak sebanyak 31 orang.

Dan sementara keluarga yang kehilangan tempat tinggal, sementara tinggal ditenda tenda yang didirikan Pemerintah Lembang(Desa) bersama Kecamatan dan Kabupaten.

Sementara Bupati Tana Toraja, Theofilus Theofilus Allorerung dan Wakil Bupati Zadrak Tombeg, menyerahkan bantuan sembako yang dibutuhkan mendesak korban kebakaran dan akan menyiapkan bantuan perbaikan fasilitas tempat lapak kembali.

Disela-sela kunjungan Bupati berpesan ke korban kebakaran, ” tabahlah dan jangan putus asa dengan musibah ini, karena dibalik itu semuanya, percaya Tugan punya rencana dan akan memberikan berkah,” terang Bupati Theo didampingi Zadrak Wakil Bupati Tator.

Dalam kunjungan Bupati dan Wakil Bupati, turut hadir Dandim 1414 Taro Ada Taro Gau Tator, Letkol Czi Zaenal Arifin Kapolres Tana Toraja AKBP Sarly Sollu, Kapolsek Sangalla’ AKP Yusuf Dendang dan Koordinator Crisis Center Gereja Protestan Toraja, Pendeta Alfred Anggui.

Sekadar diketahui bahwa, ini nama-nama warga yang kehilangan lapak dagangannya akibat kebakaran yakni, Serli, Otto, mbak Kasih, Mesak Patintingan, Maria Tappi, Mama’ Mita, Margareta Pamula, Set Bulukila’, Cornelius Bungaran Ammai, Cornelia Tandioga, Febrianto Pakiding, Ipul, dan Matius Pasa’ Gotti. (mega/yus)