Jaga Netralitas: Beredar Video Kadis Pendidikan dan Kepsek SD Lutim Datangi Posko Paslon

Masambanwes, Luwu Timur – Bawaslu dan Pemerintah selalu mengingatkan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar netral selama pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020. Salah satunya, dengan tidak mendatangi posko Pasangan Calon (Paslon), Sabtu 21 November 2020.

Hal tersebut diketahui video yang beredar dengan durasi 5 menit iru, Kadis Pendidikan Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan (Sulsel) Labesse kedapatan datangi Posko induk Calon Bupati dan Wakil Bupati Husler-Budiman di kawasan Kelurahan Tomoni Kecamatan Tomoni. Labesse terlihat mengenakan baju batik warna merah bersama rombongan.

Warga yang tak mau disebutkan identitasnys sudah melakukan pelaporan dan didampingi Tim Kuasa Hukumnya ke Panwascam Kecamatan Tomoni.

Menurut warga saksi mata tersebut mengatkan, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Luwu Timur Labesse didampingi dua oknum Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Sekolah Dasar di Tomoni mendatangi Posko Induk Pemenangan nomor urut 1 (satu) Husler-Budiman.

“Ada tiga mobil di posko tersebut, kenapa Kadis dan dua oknum Kepala UPT SDN datangi posko dan bukan waktu jam sekolah,” terangnya.

Sekadar diketahui, Kadis Pendidikan Lutim dihubungi melalui via teleponnya selalu dilyar jangkauan, hingfa berita ini diturunkan.

Netralitas ASN sudah dituangkan dalam surat edaran (SE) bahwa ASN mulai Kepala Dinas, Badan, Bagian, dan Camat harus Netral. “Tidak hanya ASN, Kepala Desa maupun Lurah juga harus netral.

Dikatakan di surat edaran, netralitas tersebut salah satunya tidak mendatangi posko paslon.

Di tekankan kepada seluruh pegawai baik PNS maupun honorer untuk tidak datang ke posko atau ikut tiap ada kampanye dialogis salah satu paslon Bupati/Wakil Bupati dalam Pilkada 9 Desember tahun 2020 ini.

Menurutnya, ada 2 poin penting dalam SE tersebut. Pertama, ASN, Kades, dan Lurah dilarang dukung mendukung paslon dalam Pilkada serentak dengan cara seperti menyerahkan identitas penduduk seperti KTP.

Kedua, dilarang memberikan dukungan kepada paslon dengan cara sebagai berikut, terlibat dalam kegiatan paslon dalam berkampanye, membuat kegiatan yang mengarah keberpihakan kepada paslon, baik dalam bentuk pertemuan, ajakan, imbauan, seruan dan sejenisnya, dan menggunakan fasilitas jabatan bagi ASN untuk upaya dukung mendukung paslon. (yus)