Forkopimda Ziarah ke Makam Pahlawan Jelang Hari Jadi Luwu, Protokol Kesehatan Tetap Disiplin 3M

Masambanews, Luwu Utara – Menjelang peringatan Hari Jadi Tana Luwu ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-75, Forkopimda Luwu Utara mengawalinya dengan berziarah ke makam para pejuang yang telah gugur demi mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia dan ke makam Datuk Pattimang.

Di lokasi Taman Makam Pahlawan, Bupati Luwu Utara (Lutra) Hj. Indah Putri Indriani dan Kapolres AKBP Irwan Sunuddin tak hanya berziarah, namun juga menabur bunga dan bersih-bersih.

Namun, tahun ini dengan nuansa yang berbeda. Sebab, dalam memperingati Hari Jadi Luwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, tetap taat dan disiplin mengutamakan protokol kesehatan 3M seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak karena perjuangan melawan pandemi Covid19 belum selesai.

“Dalam momentum peringatan Hari Jadi !uwu dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ini, kami berziarah dan sudah menjadi sebuah keharusan bagi bija to Luwu, untuk memberikan pendidikan kepada generasi penerus anak cucu kita . Saat ini kita tengah berjuang melawan pandemi Covid19, maka protokol kesehatan harus tetap diutamakan atau diprioritaskan,” ujar Bupati perempuan keduakalinya di Sulsel ini, Jumat 22 Januari 2021.

Bupati meminta kepada para generasi muda milenial jangan sampai melupakan sejarah penting dari Hari Jadi Luwu (HJL) ke-753 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-75 ini dan besok hari H nya dilakukan secara virtual.

“Kita tidak boleh lupa dengan sejarah Tana Luwu. Sebagai generasi penerus bija to Luwu, mari kita teruskan perjuangan rakyat Luwu yang telah direbut dan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah Tana Luwu penting, ini harus terus menjadi pembakar semangat kita dalam memperjuangkan daerah Tana Luwu dan terkhusus negara Indonesia,” jelas Bupati perempuan di Sulsel dua periode ini.

Usai berziarah di taman makam pahlawan dan terus ke makam Datuk Pattimang di Kecamatan Malangke, dan digadiri para Forkopincam dan para pimpunan Perangkat Daerah.

Sekadar diketahui bahwa, Datuk Pattimang dengan nama aslinya Datuk Sulaeman dengan bergelar Khatib Bungsu, seorang ulama yang berasal dari Koto Tangah (Minangkabau). Dimana beliau menyebarkan Agama Islam ke Kerajaan Luwu pada tahun 1593.

Menurut catatan sejarah, kedatangannya di Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama dengan 2 (dua) Ulama lainnya yakni, Datuk ri Bandang dan Datuk ri Tiro. (yus/ben)