Fhoto-Fhoto: Duka Lara di Bumi Lamaranginang Telan Korban 32 Jiwa

Masambanews, Luwu Utara – Banjir bandang di Bumi Lamaranginang jukukan Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) menyimpan duka lara yang warga Lutra setelah wilayah itu diterjang banjir bandang, Senin lalu (13/7). Ratusan rumah warga rusak terseret arus banjir hingga menelan korban jiwa dan ini terparah yang sudah menelan korban mayat 32 orang, Kamis (16/7/2020).

Banjir bandang menerjang Kota Masamba berasal dari luapan sungai Masamba dan Sungai Meli

Sejauh ini, pihak berkompoten masih melakukan pendataan dan pencaharian, dan jumlah korban 1590 orang dengan rincian 1542 orang masih pencaharian 16 orang.

Sedang data laporan BPBD Lutra, setelah banjir ada 156 Kepala Keluarga atau 655 jiwa mengungsi serta 4202 Kepala Keluarga dengan jiwa 15.994 terdampak.
Kerugian material tercatat 4930 unit rumah teremdam air lumpur, 10 unit rumah hanyut diterjang banjir bandang, 213 unit rumah tertimbun lumpur bercampur pasir Kantor Koramil Masamba1403-11 Sawerigading terendam pula dengan ketiggisn 1 meter, jembatan antar desa ambrol.

“Ada luka, juga ada yang hanyut dan meninggal dunia. Tapi masih terus dilakukan pencarian korban,” kata Kepala BPBD Muslim Muhtar.

Dilaporkan bahwa, banjir itu juga menyapu Rujab Bupati Luwu Utara, di Masamba. Hingga orang orang nomor satu Luwu Utara itu ikut mengungsi ke rumah salah satu pejabat Pemda Lutra.

Sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang bantaran sungai rusak dan terseret banjir. Ada yang sempat menyelamatkan diri dan ada pula ikut terseret dengan air bah yang datang secara tiba-tiba.

Air bah ini juga menyapu Masjid Raya Masamba yang tak jauh dari Rujab Bupati Lutra.

Banjir bah/bandang yang membawa material lumpur tidak hanya mengakibatkan rumah warga hanyut. Pagar rumah jabatan Bupati Luwu Utara juga ambruk diterjang air bah serta pagar bandara Andi Jemma Masamba, ambrol pula.

“Kendaraan rusak dan ada yang ikut hanyut seperti motor. Ini sementara pencarian korban. Bantuan personel dari BPBD Luwu Timur dan Basarnas Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Luwu, Palopo juga sudah dilokasi banjir,” ungkap Muslim Muhtar.

Muslim Muhtar menambahkan, selain Sungai Masamba, Meli,dan sungai Radda yang terhubung dengan sungai lainnya telah lebih dulu meluap. Sungai Radda ini berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Masamba serta sungai Benuang Mangkaluku Desa Malimbu Kecamatan Sabbang yang masuk di aliran sungai Rongkong.

“Alat berat dikerahkan, untuk mengeluarkan lumpur bercampur pasir sangat tebal di jalan Trans Sulawesi,” terang Kepala BPBD Lutra.

Hingga kini, upaya pencarian korban pun terus dilakukan. Demikian juga dengan kerugian akibat musibah ini.

Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani kepada wartawan media mengatakan disela sela kunjungan Gubernur Sulsel di Lutra, hingga kini pihaknya masih melakukan pendataan.(yustus)