Dua Putri Toraja Meninggal Suster Nia dan Orpa Korban Gempa Mamuju

Masambanews, Sulawesi Selatan – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI, Polri, Tim SAR, BPBD setempat, serta relawan terus melakukan upaya pencarian terhadap korban meninggal dunia atau luka-luka dari reruntuhan bangunan yang rusak akibat gempa 6,2 SR di Mamuju dan Majene Sulawesi Barat.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia yang sudah ditemukan bertambah 78 orang. Dari jumlah ini, 11 orang berasal dari Kabupaten Majene sementara 67 orang dari Mamuju.

Sementara itu, berdasarkan informasi dan data yang dihimpun media ini, dari 78 orang korban meninggal dunia tersebut, terdapat dua putri Toraja. Yang satu bernama Natsyelia Paulus Ake. Perempuan muda yang biasa disapa Suster Nia itu tertimbun puing reruntuhan gedung RS Mitra Manakarra. Suster Nia sempat keluar rumah sakit menyelamatkan pasien.

Namun dia masuk lagi untuk mengambil dan menyelamatkan seorang bayi yang berada dalam inkubator. Saat hendak keluar, dia terjebak dalam puing reruntuhan bangunan. Suster Nia sempat dievakuasi dalam kondisi hidup pada Jumat, 15 Januari 2021 siang lalu. Dan setelah dirawat di RS Bhayangkara Mamuju, nyawanya tak tertolong.

Sudah sekitar dua tahun bekerja di RS Mitra Manakarra Mamuju, Sulbar. Meski kedua orang tuanya tinggal di Tobadak, Mamuju. Namun aslinya mereka berasal dari Palipu, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja (Tator) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Korban kedua adalah Orpa Bariallo (23) putri Toraja yang merupakan karyawati Matahari Departemen Store Mamuju itu, ditemukan Tim BPBD Mamuju dan warga di Jalan Ati Suteja Mamuju, depan Pondok Batavia pada Sabtu, 16 Januari 2021 malam. Orpa meninggal dunia tertimpa tembok pagar yang runtuh.

Kabar meninggal dan ditemukannya jenazah Orpa Bariallo dibenarkan warga Mamuju Gidion. Almarhumah Orpa Bariallo adalah anak anggota Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Nunukan ibunya bernama Kristina Kutu’. Semoga keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dan penghiburan yang sejati dari Tuhan,” ungkap Gidion saat dihubung, Senin 18 Januari 2021.

Gidion menyatakan, keluarga sudah mengetahui dan mengambil jenazah Orpa dan menurut rencana akan dibawa ke Tapparan, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja (Tator) untuk dikebumikan.

Kabar tentang ditemukannya jenazah Orpa Bariallo juga dibenarkan Tim Crisis Centre Gereja Toraja, yang saat ini berada di Mamuju menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Iya betul, Orpa jenazahnya,dibawah ke Tator” ungkap Pdt Alfred Anggui, Ketua Tim Crisis Centre Gereja Toraja.

Sementara itu, gembala Jemaat Gereja Toraja Jemaat Mamuju, Pdt Elia Buntugajang, yang dihubungi via telepon celluler, mengatakan jenazah Orpa Bariallo sudah dijemput pihak keluarga dan dibawa ke Tapparan, Rantetayo, Tana Toraja, untuk dikebumikan.

Dan jenasah almarhumah Natsyelia Paulus Ake, dimana orang tuanya di Tobadak Mamuju, dan aslinya berasal dari Palipu Kecamatan Mengkentek, Tator. Dikebumikan hari ini Senin 18 Januari 2021 di Tobadak, Mamuju.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Marthina Simon mewakili Keluarga Besar IKAT mengucapkan turut belasungkawa atas meninggalnya Natsyelia Paulus Ake dan Orpa Bariallo, semoga arwahnya di terima disisi kanan Tuhan Yesus Kristus dan keluarga yang ditinggalkan tabah dalam musibah ini, Yesus Kristus punya rencana untuk kita semua. Amin. (yus/gidion)