Ditengah Covid-19 Ketua IKAT Luwu Utara: Pesan Natal untuk Tebar Indahnya Kasih dalam Harapan, Disiplin Prokes.

Masambanews, Luwu Utara – Satu tahun berlalu, kini kita umat Kristiani seluruh dunia merayakan malam Natal 24 Desember 2020 untuk menyebarkan pesan Indahnya Kasih dan Harapan, agar selalu disiplin terapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Hal ini Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Marthina Simon, mengingatkan warga Luwu Utara yahg merayakan Natal malam ini dan seterusnya untuk selalu memakai masker.

“Ini Natal 2020 kita diperhadapkan dengan virus corona yang banyak memakan korban, tapi wabah covid-19, tak bisa menghalangi kita sebagai pengikut Isa Almasih (Yesus Kristus) untuk beribadah dalam memperingati Kelahiran Yesus Kristus/Isa Almasih pada Natal,” ujar Marthina Simon pada wartawan media ini, usai mengikuti ibadah malam Natal, Kamis 24 Desember 2020 malam.

Momen Natal sambung Marthina Simon adalah, mengingatkan kita pada semangat persaudaraan dalam wadah Bumi Lamaranginang yang dijuluki Kabupaten Luwu Utara yang diberi berkat dan dianugerahi perbedaan yang Indah.

“Menurut Ketua Umum IKAT Luwu Utara bahwa, perbedaan yang dimaknai sebagai berkat/karunia yang harus kita jaga sepanjang perjalanan spritualitas dalam mengimani Indahnya Natal yang penuh damai dan sukacita,” terangnya.

Bagi umat Nasrani terkhusus warga Toraja di Bumi Lamaranginang ini, Marthina Simon berpesan bahwa, hidup sebagai sahabat, teman, relasi bagi semua orang adalah suatu pengejawantahan dari Semangat Kelahiran (Natal) Yesus Kristus (Isa Almasih), yang telah lama dihadirkan sepanjang perjalanan ‘ Spritualitas dalam panggilan Indahnya sebagai umat Kristiani dan Cinta Kasih menjadi perekat yang tak hanya mengikat, namun melandasi Dasar Iman dalam hidup Indahnya bermasyarakat.

“Kelahiran Yesus Kristus tahun 2020 yang selalu diperingati tiap tahun adalah rahmat Tuhan, walaupun kita sedang dilanda wabah corona virus, namun kita tetap bisa menjalankan ibadah malam Kelahiran Yesus Kristus kedunia membawa damai dihati, damai dibumi dan damai di Luwu Utara. Yang paling penting adalah kembali rajut kebersamaan, keberagaman dan toleransi selalu kita jaga di Bumi Lamaranginang,” tukasnya.(yus)