Di Lutra Bertambah Dua Kasus Positif Corona, Satu Meninggal Asal Tana Lili

Masambanews, Luwu Utara – Hingga Senin (3/8/2020) terdapat penambahan 2 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel). Dengan adanya tambahan dua tersebut, kini total kasus positif virus corona di daerah ini yang berjuluk Bumi Lamaranginang mencapai 60 kasus.

Yang tambahan kasus virus positif corona dari Kecamatan Tana Lili yang berinisial DI meninggal dan NU (18) asal Kecamatan Malangke Barat (Malbar) dilakukan karantina secara mandiri.

“Hal ini diungkapkan Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Lutra, I Komang Krisna pada media ini melalui via jejaring WhatsApp, Senin (3/8) malam, bahwa, satu orang meninggal asal Tana Lili postif corona setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dadi Makassar,” jelas I Komang Krisna.

Dengan adanya penambahan kasus, maka kasus positif kini menjadi 60 kasus yang terdata, dengan rincian sudah 55 orang sembuh, 5 dikarantina/dirawat dan sudah ada dua warga Lutra yang meninggal kasus positif corona.

Segala kegiatan yang menimbulkan kerumunan atau keramaian masih belum diizinkan untuk diselenggarakan.Kegiatan yang menimbulkan keramaian seperti hajatan perlu ada kajian terlebih dahulu.

“Pemerintah Daerah (Pemda), ini kan bagian dari struktur pemerintah pusat. Jika pemerintah pusat sudah mengeluarkan kebijakan, nanti Pemda implementasikan sesuai kultur dan budaya masyarakat di Bumi Lamaranginang,” kata I Komang Krisna.

I Komang Krisna meyakini kebijakan gugus tugas nasional yang belum mengeluarkan izin penyelenggaraan hajatan yang menimbulkan keramaian didasarkan kondisi Covid-19 di Luwu Utara belum berakhir. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga mempunyai kekhawatiran atas kondisi pandemi ini.

Makanya tak henti-hentinya kami dari Dinas Kesehatan selalu mengedukasi warga secara intensif dalam rangka meningkatkan kesadaran kolektif warga terkhusus kesadaran per individu untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan disemua tatanan untuk selalu pakai masker, bersihkan diri dengan sabun.

“Edukasi ini kita harapkan dapat menyentuh semua golongan kelompok dalam masyarakat untuk sadar dalam menerapkan protokol kesehatan dan selalu pakai masker,” tukas I Komang Krisna.(yustus)