Bupati Terpilih Perempuan Ke Dua Kalinya di Sulsel: Ayo Kita BISA Bangkit, Sambut Nataru Penuh Optimis

Masambanews, Luwu Utara – Bupati Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), Indah Putri Indriani menjadi pembicara dalam webinar hari ibu ke 92 tahun 2020 baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Bupati perempuan ke dua kalinya di Sulawesi Selatan memaparkan dalam webinar dengan mengambil judul ‘Perempuan Penggerak Kehidupan Sosial’, bahwa di tahun 2020 perekonomian dunia tergoncang mengalami kemunduran yang dikarenakan pandemi virus Covid-19 yang terjadi di hampir belahan dunia termasuk di Bumi Lamaranginang ini julukan Kabupaten Luwu Utara.

Di aspek sosial kemasyarakatan tidak dapat pula diabaikan dan dipisahkan dari keberadaan perempuan memang sangat strategis dalam pembangunan kehidupan sosial dilingkungan masing-masing. Virus Corona ini dampaknya sangat luar biasa, di sektor kesehatan juga, pendidikan, tata pemerintahan, hubungan kota dan desa, maupun jaminan sosial.

“Hal tersebut tak menyurutkan niat Bupati ke duakalinya di Sulsel ini bahwa, Corona Virus/ Covid-19 telah mendorong terjadinya ‘evolusi yang dipercepat’ pada pilar transformasi digital. Kita hidup di sebuah ‘new reality’, yang ditandai sebagai ‘less contact economy’ or ‘less contact society’. Hal ini sebagai sebuah kenyataan baru yang kita hadapi dan akan kita terapkan ke depan,” kata Indah Putri Indriani pada wartawan media ini melalui via jejaring WhatsApp, Kamis 24 Desember 2020.

Karenanya, tantangan global di tahun 2021 mendatang, merupakan tahun pemulihan ekonomi dan reformasi sosial.

Bupati terpilih ke duakalinya di Sulsel ini berharap, bahwa dengan paradigma, semangat, cara baru, kita BISA mampu memulihkan kondisi sosial-ekonomi, bangkit untuk melangkah dan bekerja extra-ordinary, tidak konvensional dan tidak birokratis.

“Dalam pemulihan ekonomi di tahun 2021, kita letakkan corona virus untuk mengembalikan jam kerja yang hilang, dengan menata kembali dan memperkuat industri, pariwisata dan investasi. Sehingga pendapatan pekerja yang hilang dapat dikembalikan dan daya beli masyarakat dapat meningkat. Pengembangan industri manufaktur perlu mempertimbangkan keunggulan wilayah-wilayah,” tandas Bupati Luwu Utara.(yus)