2021 Luwu Utara Bakal Terapkan Sistem Absensi ASN Retina Scanning

Masambanews, Luwu Utara – Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal menerapkan sistem Absensi Retina Mata (scanning) pada ASN di Bumi Lamaranginang.

Di tahun 2021 mendatang bisa dipastikan sistem tersebut sudah mulai beroperasi di tiap-tiap instansi yang ada di Lutra. Untuk sementara, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sedang melakukan tahapan uji coba terhadap sistem tersebut.

Hal itu dilakukan guna meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honorer dalam melayani publik.

“Demikian disampaikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani melalui Kabag Humas, Igho pada wartawan media ini via jejaring WhatsApp, Minggu (27/12/2020) malam.

Indah Putri Indriani mengatakan bahwa, selama ini absensi yang dilakukan menggunakan sidik jari dan hal ini dilakukan untuk memantau kedisiplinan ASN memakai masker di tengah corona virus yang meningkat tajam dan belum redah.

Sehingga pihaknya mulai sekarang sedang menguji coba sistem Absensi Retina Mata/scanning guna lebih mengefektifkan kinerja ASN dan honorer.

Menurut Bupati perempuan kedua kalinya di Sulsel ini, dengan sistem tersebut pegawai di tiap dinas bisa lebih mudah dikontrol. Dengan begitu, kinerja pegawai dapat dinilai sejauh mana tingkat kinerjanya. Selain itu, sistem tersebut juga akan didukung oleh aplikasi yang harus diinput oleh masing-masing pegawai tentang kinerja yang dilakukan setiap hari kerja.

“Selain meningkatkan kinerja pegawai, sistem ini juga merupakan upaya kita untuk mendisiplinkan pegawai. Kalau sekedar menggunakan sistem sidik jari saya rasa kurang efektif. Bisa saja, setelah melakukan absen sidik jari pegawai bolos. Kalau sistem ini kita lengkapi dengan aplikasi yang akan digunakan di android sebagai bahan laporan pegawai tentang kinerjanya di kantor. Untuk mengantisipasi kebohongan yang terjadi di masing-masing dinas kita sudah ada tim pengontrol. Jadi, semua gerak gerik kita tahu dan sedikit kemungkinan pegawai bisa berbohong,” terangnya.

Dengan adanya sistem tersebut dapat mengukur kinerja pegawai. Bahkan kebutuhan untuk tiap-tiap dinas bisa dinilai melalui sistem tersebut. Sehingga sangat memudahkan pemerintah dalam menilai kekurangan dan kelebihan yang ada di tiap instansi.

Baik kekurangan dari segi pegawai maupun kekurangan kinerja. Secara berjenjang kinerja pegawai akan terlihat jelas, mana yang benar-benar kerja dan mana yang asal kerja. Karena melalui sistem tersebut pegawai wajib melaporkan kegiatan yang dilakukan. Pegawai yang bekerja secara maksimal tentu akan diberikan reward sesuai tingkat pekerjaan yang dilakukan.

Indah Putri Indriani menegaskan, setelah sistem tersebut beroperasi akan disiapkan tim teknis dari Kominfo. Sehingga penerapan sistem tersebut betul-betul maksimal. Berbeda halnya dengan sistem sidik jari, sistem ini akan lebih ketat dan aktif dilakukan pengawasan oleh tim teknis guna menghindari kerusakan sistem yang berdampak terhadap laporan kinerja pegawai.

Sekadar diketahui, Pemda Luwu Utara telah mengeluargan surat pemberitahuan penonaktifan sementara absensi sidik jari, tertanggal 22 Desember 2020, yang berbunyi: Absen sidik jari ASN untuk sementara dihentikan dan diganti dengan absensi manual sampai batas waktu yang akan diinformasikan kemudian. Surat ini diterbitkan BKPSDM Kabupaten Lutra.(yus)