Perjalanan Jurnalis & Anggota DPRD Lutra Ke Daerah Terisolir Rampi

banner 468x60)

Masambanews, Luwu Utara – Kecamatan Rampi berjarak 82 kilometer dari Masamba, ibu kota Kabupaten Luwu Utara(Lutra), Sulawesi Selatan(Sulsel).

Kecamatan Rampi merupakan salah satu daerah terpencil di daerah berjuluk Bumi Lamaranginang yang hari ini, Minggu(20/10) mobil dari anggota DPRD Lutra, Haeruddin Yusuf sudah tembus di Kecamatan Rampi, Desa Leboni.

Mobil tembus ke Rampi disambut Tokey Leboni Yosua secara adat bersama masyarakat.

Akses jalan yang sulit membuat daerah susah dijangkau dengan kendaraan roda empat. Dan saat ini, Kecamatan Rampi dipimpin oleh Suryadi Djafar selaku camat dan sekarang mobil ada 3 unit sudah tembus ke Rampi.

Kecamatan ini secara geografis terletak pada 10 53’ 19” – 20 16’ 14” Lintang Selatan dan 1200 3’ 2” – 1200 31’ 13” Bujur Timur dengan batasnya sebelah utara yakni, Provinsi Sulawesi Tengah(Lore Selatan/Badak), Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Luwu Timur(Mangkutana) Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Masamba(Desa Pinjara dusun Salu Seba) dan Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Seko(Desa Singkalong).

Pemerintah Kecamatan Rampi membawahi 6 desa dimana semuanya sudah berstatus definitif, yakni Desa Leboni, Sulaku, Onondowa, Dodolo, Bangko dan Desa Tedeboe.

Desa yang paling luas wilayahnya adalah Desa Onondowa(479,60 Km²) atau meliputi 30,63 persen luas wilayah Kecamatan Rampi.

Adapun desa yang paling sedikit wilayahnya adalah Desa Sulaku (135,47Km²) atau sebesar 8,65 persen. Pemerintah Kecamatan Rampi membawahi 6 desa dimana semuanya sudah berstatus desa definitif.

Dengan kata lain setiap Km luas wilayah di Kecamatan Rampi secara rata-rata hanya didiami oleh 2 orang. Dibandingkan tahun 2018 jumlah penduduk kecamatan Rampi mengalami peningkatan.

Pada 2018 jumlah penduduk kecamatan Rampi sebesar 3.187 orang dengan tingkat kepadatan penduduk 2 orang per Km².

Dengan demikian maka rasio jenis kelamin adalah sebesar 115 yang artinya dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 115 penduduk laki-laki.

” Berbicara pendidikan di Kecamatan Rampi, Tokey Rampi Karel S Naray mengatakan untuk sarana pendidikan di Kecamatan Rampi telah tersedia secara lengkap dari tingkat pendidikan TK8 sampai SMA, walaupun masih terbatas.

Jumlah sarana pendidikan masih tetap atau tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya, untuk semua jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMAN.

Sarana pendidikan terdiri dari 5 TK swasta dan 1 TK Negeri, untuk TK Negeri berada di desa Sulaku sedangkan 5 TK swasta terletak di desa lainnya.

Jumlah sarana pendidikan Sekolah Dasar (SD) sebanyak enam SD Negeri yang terletak di semua desa. Untuk tingkat pendididkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdapat 3 SMP Negeri yang terletak di Desa Tedeboe, Desa Onondowa dan Desa Leboni. Adapun sarana pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 1 SMA Negeri terletak di Desa Onondoa.

Jumlah murid untuk jenjang pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA pada tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun 2017.

Di bidang kesehatan, fasilitas dan sarana kesehatan yang berada di Kecamatan Rampi diantaranya unit Puskesmas yang terdapat di Desa Sulaku.

Selain itu, terdapat 3 unit Puskesmas
pembantu (pustu), 2 polindes/poskesdes dan 8 tempat posyandu.

Adapun tenaga medis yang terdapat di Kecamatan ini terdiri dari 2 dokter wanita, 5 bidan, 2 dukun bayi terlatih, dan 6 dukun bayi belum terlatih.

Pada satu sisi kondisi kesehatan lingkungan di Kecamatan Rampi relatif sudah lebih baik.

Dimana ada beberapa warga yang sudah mulai menggunakan jamban sendiri.

Begitu pula dengan keadaan saluran pembuangan limbah cair yang telah lancar di 6 desa. Walaupun demikian, sebagian besar penduduk masih membakar sampah rumah tangga sebagai cara pemusnahan sampah.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply