Ancam Unjukrasa Besar-Besaran, Pekerja Proyek Pasar Rakyat Sabbang tak Dibayar Upahnya, Demo di Kantor Bupati Lutra

banner 468x60)

Masambanews, Luwu Utara – Nasib puluhan pekerja kasar atau kuli bangunan terkatung-katung karena upahnya selama berbulan-bulan belum dibayar kontraktor proyek pembangunan Pasar Rakyat Sabbang, Desa Sabbang Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara.

Padahal proyek Pasar Rakyat itu pembangunannya telah rampung dikerjakan. Hanya belum difungsikan karena kontraktor diduga melarikan upah pemborong dan buruh hingga sekarang.

” Sudah berapakali kami sampaikan aspirasi kami dengan unjukrasa untuk memanggil kontraktor perusahaan yang mengerjakan proyek pasar rakyat Sabbang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi-Selatan(Sulsel) tapi sampai saat ini, Minggu(14/7/2019) belum ada tanda-tanda Pemerintah Lutra memanggil kontraktor dan membayar upah buruh pekerja mau dibayarkan,” tutur korlap unjukrasa aliansi masyarakat Sabbang, Winarka didampingi Rifal Kepala Dusun Sabbang.

“Tidak ada niat kami menghalang-halangi pasar rakyat untuk difungsikan, tapi kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten dan anggota DPRD untuk membantu kami masyarakat kepada kontraktor untuk segera menyelesaikan upah pemborong dan kuli bangunan yang masih ratusan juta belum dibayar,” beber Rifal yang korban.

Sementara tokoh pemuda Sabbang Hasyim Bagoe meminta dengan rendah hati dan memohon dibayar dulu upah pemborong dan kuli bangunan, kasihan mereka,” ungkap Bagoe yang ditemui terpisah.

Sementara itu, Ateng sebagai pemborong bangunan mengakui jika kontraktor belum membayarkan upah dengan buruh ratusan juta rupiah.

Pihak kontraktor Pasar Rakyat Sabbang belum memberikan kepastian terkait upah yang harusnya dibayarkan. Padahal, para buruh bangunan hanya mengandalkan dari pendapatan tersebut untuk biaya hidup mereka.

“Dalam perjanjiannya, upah dibayarkan setelah pekerjaan rampung. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, padahal kita biaya hidup sehari-hari yah andalkan uang itu, anak-anak buah saya kan orang dari kampung semua, kasihan sama mereka,” ucap Ateng dengan sedih.

“Sudah berapa kali kita tanyakan, mereka (kontraktor) hanya jawab nanti secepatnya akan dibayar,” keluhnya.

Ateng, para buruh, dan Kepala Dusun Sabbang, serta tokoh pemuda Sabbang telah melakukan penyegelan gedung pasar itu.

Sementara Pemda Lutra melalui asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Jumal Jayair Lussa mengatakan pada saat menemui pengunjukrasa, akan menyelesaikan masalah ini dan pemda akan segera memanggil pihak perusahaan dan kontraktor yang kerjakan proyek itu,” pungkas Jumal J Lussa dihadapan pengunjukrasa.(Yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply