Peran Pemuda Dalam Mengawal Kemajuan Daerah

banner 468x60)

Masambabews, Luwu Utara – Dialog publik yang digelar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia(IPMIL) Luwu Raya Palu(Sulawesi Tengah) berlangsung di hotel Bukit Indah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu(22/6/2019).

Peran pemuda dalam mengawal kemajuan daerah, ini menjadi topik dialog IPMIL Palu.

Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya mendukung implementasi Undang-undang Desa, perlu melibatkan semua unsur kelompok masyarakat desa, salah satunya adalah pemuda/pemudi.

” Hal ini dikemukakakan Kepala Bappeda Luwu Utara(Lutra) Sulawesi-Selatan(Sulsel), Rusdi Rasyid pada media ini, Minggu(23/6/2019), bahwa, merupakan hak masyarakat untuk terlibat dalam seluruh proses pembangunan di desa sebagai wujud dari pengakuan atas rekognisi dan subsidiaritas desa dalam melaksanakan kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

” Rusdi Rasyid menambahkan bahwa, sekuat apapun sebuah tangan tak mampu berbuat banyak bila hanta satu jari. Sinergitas Pemerintah, DPRD dan pemuda sebagai agent of change adalah sebuah kekuatan, alirkan energi untuk hal-hal yang pisitif agar bilur-bilur peluh yang jatuh tak pernah sia-sia,” tutur Rusdi Rasyid sedikit berdiplomatis.

“Lanjut Rusdi Rasyid bahwa, pemuda/pelajar itu memiliki pemikiran, tenaga yang besar, semangat, dan kreatifitas untuk bergerak dalam pembangunan di daerah maupun di desa. Jika pemuda dapat diberdayakan secara maksimal, saya yakin itu akan memberi dampak signifikan,” ujarnya.

Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan di daerah maupun di desa. Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran Zaman Now. Aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi. Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi cuek-cuek bebek terhadap pembangunan di daerahnya/di desanya.

” Selain itu lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa pun menjadi dasar bahwa kini desa adalah subjek pembangunan itu sendiri. Kegiatan dan kelembagaan kepemudaan desa pun bisa menjadi media yang efektif untuk berkumpul, saling berbagi inspirasi, dan membuat kreatifitas, tentunya sambil ngopi,” ucap Rusdi.

Sementara itu, anggota DPRD Luwu Utara dari Partai Amanat Nasional(PAN), Karimuddin menuturkan, dalam membangun sebuah Daerah/Desa tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan daerah/desa yang begitu banyak pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun daerah/desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat daerah itu, bukan tak mungkin permasalahan akan muncul dari para kaum tua-tua desa yang mungkin adanya miss persepsi dengan cita-cita pemuda desa itu sendiri.

” Dalam rangka menjadi penggiat daerah/desa pemuda harus mampu membangun sinergi, bekerja sama, hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri,” pesan Karimuddin.

Kepercayaan diri dari masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa. Mari kita sedikit merenungi penggalan lagu Ibu Pertiwi: “Hutan gunung sawah lautan simpanan kekayaan. “Pertanyaannya sekarang adalah, dimanakah simpanan kekayaan itu? Ya di Desa,” tutur Karimuddin.

Oleh sebab itu jangan minder jadi orang Desa dengan keunikannya sendiri. Peran aktif pemuda zaman now dalam membangun Desa. Peran pemuda yang pertama adalah memperdalam ilmu dan pulang kembali ke desa untuk menyampaikannya ke masyarakat.

Riilnya adalah seperti ini, ucap Karimuddin, jika seorang bersekolah maka hendaklah bersungguh-sungguh dan mengerti apa tujuan utama ia bersekolah. Yaitu melakukan perbaikan diri. Hasil yang ia capai hendaknya tidak hanya semata-mata digunakan untuk mencari harta, tapi juga untuk pengabdian. Ia tularkan ilmu yang telah didapatkannya kepada masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa sesuai dengan kapasitas dan daya tangkap masyarakatnya.

Nah untuk menjadi wakil terdepan dalam berbagai ajang kompetisi masyarakat. Kompetisi di sini tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas perlombaan. Tetapi bagaimana, pemuda memiliki daya saing yang handal dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Sehingga daerah/desa ini diperhitungkan oleh masyarakat lain maupun pemerintah, karena kualitas dan kuantitas pemuda yang ada,” pesan Karimuddin dalam dialog itu. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply