PT Pupuk Indonesia (Persero) Kerjasama Pemda Lutra Gelar Pasar Murah Pupuk Non Subsidi

banner 468x60)

Masambanews, Luwu Utara – PT Pupuk Indonesia(Persero) dalam rangka HUT BUMN menggelar pasar murah khusus untuk pupuk nonsubsidi di Gudang Petrokimia Desa Saptamarga Kecamatan Sukamaju Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, Sabtu(13/4/2019).

Sebanyak 10.000 kupon disediakan untuk petani.

” Hal itu disebutkan perwakilan produsen PT Pupuk Indonesia(Persero), pada media ini bahwa Pasar murah ini untuk pupuk nonsubsidi kepada petani dalam rangka HUT BUMN dan bekerjasama Pemda diselyruh Indonesia, yang tentu ini tidak terlepas dari persn dan perjuangan ibu Bupati Luwu Utara,” ucap Fery.

” Hari ini di Desa Saptamarga Kecamatan Sukamaju dilakukan penukaran kupon sebanyak 250 ton pupuk NPK yang dijual Rp. 1300/kg dan juga 250 ton pupuk Urea seharga Rp. 1000/kg. Satu orang petani mendapat 1 kupon untuk satu zak Urea, dan dua zak NPK,” tambahnya.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani dalam sambutannya mengatakan, pasar murah pupuk non subsidi tersebut adalah bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah kepada petani.

” Kita bersyukur bahwa pupuk Urea yang harga normalnya dijual Rp. 5000/kg, hari ini bisa dibeli dengan harga Rp. 1000/kg di subsidi Rp. 4000/kg.
Dan pupuk NPK dari harga Rp. 6500/kg menjadi Rp. 1300/kg. Semoga dengan pupuk ini, produksi bapak-bapak tani produksi semakin meningkat dan nilainya dinikmati petani di Kecamatan Sukamaju dan Kecamatan Sukamaju Selatan dan sekitarnya,” terang Indah panggilan akrab Bupati Lutra.

Pasar murah tersebut diikuti oleh ratusan petani di wilayah Luwu Utara. Sejak pagi, mereka sudah mengantri untuk dapat membeli pupuk dengan harga lebih murah. Setiap petani diberikan kupon untuk membeli 50 kilogram pupuk urea dan 50 kilogram pupuk NPK.

Salah seorang petani yang ikut mengantri, Jumal(60 tahun), mengaku memiliki sawah dengan luas 0,8 hektare. Luas lahan tersebut membutuhkan 600 kilogram pupuk atau 6 kuintal. Biasanya, dia membeli pupuk bersubsidi untuk mengolah lahan pertaniannya yang ditanami padi dan jagung. Pupuk subsidi jenis urea dijual seharga Rp 90 ribu per 50 kilogram dan NPK seharga Rp 115 ribu per 50 kilogram.

“Ini sedikit banyak petani bisa ada keringanan untuk membeli pupuk dan selanjutnya bagi petani dipermudah untuk bisa mengakses pupuk di waktu yang akan datang. Harapannya pemerintah bisa menunjang kebutuhan pupuk untuk petani di daerah Kecamatan-Kecamatan yang ada di Luwu Utara terutama petani padi dan Jagung,” ujar Jumal pada media ini.

Perwakilan produsen PT. Pupuk Indonesia(Persero), Ferry mengatakan, acara pasar murah tersebut bagian dari perayaan HUT Pupuk Indonesia. Kegiatan tersebut didukung oleh anak-anak usaha Pupuk Indonesia, antara lain, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Kujang, serta PT Pupuk Iskandar Muda.

Menurut Ferry, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mempromosikan produk-produk nonsubsidi.

“Jadi tujuan utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan produk urea dan NPK nonsubsidi sebagai bagian dari strategi kami untuk memperkuat jaringan ritel produk nonsubsidi,” jelas Ferry.

Dia menyadari masih ada petani yang belum bisa memperoleh pupuk bersubsidi karena berbagai sebab, antara lain belum tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan), belum menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) atau alokasi di daerah yang terbatas. Oleh karena itu, dengan memperkenalkan pupuk non subsidi diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pilihan pupuk bagi petani.

” Kami ingin memastikan pupuk nonsubsidi ini selalu tersedia, sehingga petani tetap dapat memperoleh pupuk bila dibutuhkan,” imbuhnya.

Hadir dalam pasar murah pupuk nonsubsidi di Desa Samapta, Wakapolres Luwu Utara Kompol Amir Majid, Kepala Disnakkeswan Lutra Adriyani Ismail, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Armiady, Camat Sukamaju Muh Fajar dan Camat Sukamaju Selatan Anjas Rusli. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply