Tiga Desa Berhasil Terapkan e-Voting Pilkades di Lutra, Pemda Torut Berguru

banner 468x60)

Masambanews, Luwu Utara – Tiga Desa berhasil melaksanakan Pemilihan Kepala Desa di daerah Luwu Utara dengan menerapkan teknologi canggih. Perangkat Electronic Voting (e-Voting) buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Bandung.

Dengan berhasolnya Kabupaten melaksanakan Pemilihan Kepala Desa(Pilkades) di Tiga Desa, maka dengan ini Pemerintah Kabupaten Toraja Utara(Torut) berguru ke Luwu Utara. Kunjungan kerja atau kunjungan untuk berguru di Pemda Lutra ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Toraja Utara(Torut) diterimah langsung Asisten Administrasi Umum, H.Muh Kasrum, Kadis PMD Misbah, belum lama ini diruang rapat Dinas PMD.

Hadir pada kunjungan kerja Dinas Pemerintah Desa/Lembang Pemda Torut, Kadis Komunikasi dan Informatika Arief Palallo, Kadis Dukcapil Mas’ud Masse.

Sekedar diketahui, Kabupaten Lutra yang kedua menerapkan Pilkades e-Voting tahun 2018 kemarin dari 41 desa yang mengikyti Pilkades serentak.
” Penerapannya ditiga desa tersebut betjalan sukses, aman dan lancar,” ucap Misbah.

Menurutnya, penerapan sitem e-Voting ini berdampak positif dengan efisien waktu kira-kira hanya 25 detik saja, aman, jujur, tidak terjadi kecurangan.
” Selain lebih cepat, methode ini jauh dari kecurangan, dan untuk itu keterlibatan Dinas Dukcapil dan Kominfo dalam mengoptimalkan sistem ini sanfat penting, sebab semua data harus terintegrasi,” ujar Kadis PMD Lutra Misbah.

Ditanya harga persetnya, Misbah menjawab, harga satu set perangkatnya tahun 2017 lalu Rp 40 juta,” katanya pada media ini, Jumat(15/3/2019).

Pemerintah daerah pada saat itu membeli alat e-Voting berkisar 50-100 set. Perangkat sebanyak itu bisa digunakan tiga desa dan alat e-voting ini dipakai bergiliran.

Satu set perangkat e-Voting terdiri dari lima alat. Sebuah komputer khusus dipakai untuk menampilkan Daftar Pemilih Tetap. Datanya berasal dari panitia pemilihan. Alat kedua disebut pembaca Kartu Tanda Penduduk (KTP Reader) bikinan PT INTI. Pemilih cukup menempelkan KTP lalu diverifikasi oleh sidik jari telunjuk kiri atau kanannya. Selanjutnya ada komputer generator, yang berfungsi membuka akses sistem pemilih ke bilik suara.

Pembuka akses itu berupa kartu plastik yang disebut Smart Card. Bentuknya seperti kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Isi kartu itu berupa data digital. “Semacam password untuk pemilih masuk ke sistem e-Voting,” tambah Misbah.

Setelah itu pemilih masuk bilik suara yang telah dipasangi monitor komputer berlayar sentuh bergambar para kandidat kepala desa. Selain itu ada fitur untuk mengulang jika pilihannya ingin diganti, juga suara kosong bagi pemilih yang abstain atau tidak memberikan suaranya di bilik suara.

Hasil pemilihan seketika muncul setelah proses pemilihan dinyatakan selesai. Alat terakhir yaitu thermal printer. Perangkat itu mencetak hasil pilihan pemilih dan kode digital lain. Tanpa nama pemilih ikut tercantum, kertasnya dikumpulkan dan disimpan serta dijaga kerahasiannya.

“Kotak kertas itu baru bisa dibuka jika terjadi sengketa pemilihan,” kata Misbah menuturkan pada rombongan Dinas Pemerintah Lembang Kabupaten Toraja Utara yang berjumlah 30 orang.

Lanjut Misbah, untuk pengoperasiannya, perangkat set e-Voting itu memerlukan minimal tiga orang petugas jaga dan fasilitator,” tukasnya.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply