Puskesmas Sabbang Sosialisasi STBM di Desa Pararra

banner 468x60)

MasambaNews, Luwu Utara, – Lingkungan ikut mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Perhatian terhadap kesehatan lingkungan menjadi hal penting untuk dilakukan secara bersinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sanitasi lingkungan, dilakukan Puskesmas Sabbang Kabupaten Luwu Utara.

” Seperti terlihat di Aula Kantor Desa Pararra Kecamatan Sabbang, Rabu 7/11/2018, di hadapan warga desa, Hairul Muslimin, SKM, Kepala Puskesmas Sabbang Kabupaten Luwu Utara, menjelaskan penyakit berbasis lingkungan masih sering ditemukan dan menjadi masalah kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Menurutnya, timbulnya penyakit yang berkaitan dengan faktor lingkungan itu disebabkan oleh perilaku sebagian orang cenderung mengabaikan faktor kesehatan lingkungan.

“Sanitasi lingkungan kerap kali diabaikan. Kita masih menemukan perilaku buang air besar di sembarang tempat. Padahal itu berpotensi menjadi penyebab masalah kesehatan seperti diare, muntaber dan disentri.” jelas Hairul Muslimin.

Perilaku cuci tangan pakai sabun, pengelolaan makanan dan minuman yang higienis, pengolahan sampah padat dan limbah cair rumah tangga, oleh sebagian warga masyarakat kerap disepelekan, padahal menurut lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNHAS ini, sangat mempengaruhi kejadian penyakit di masyarakat.

“Ini soal perilaku hidup bersih dan sehat yang oleh sebagian orang masih sulit mempraktekkannya.” ujar Hairul.

Upaya mengatasi masalah kesehatan lingkungan dilakukan dengan menerapkan pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Menurut Hairul Muslimin, masyarakat harus memiliki kemandirian dalam mengidentifikasi masalah sanitasi di lingkungan sekitarnya, dan berupaya untuk mengatasi masalah kesehatan lingkungannya sendiri.

“Perilaku buang air besar di jamban, buang sampah pada tempatnya, air limbah dialirkan ke saluran pembuangan air limbah, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir diharapkan menjadi kebiasaan permanen oleh seluruh warga masyarakat. ” harapnya.

Penyediaan jamban keluarga menjadi penting untuk dilakukan. Pemerintah Desa Pararra Kecamatan Sabbang secara bertahap telah menganggarkan melalui dana desa pengadaan jamban keluarga. Menurut Nirwan L, Kepala Desa Pararra, sejak tahun 2017 pihaknya telah memberikan bantuan sarana jamban keluarga kepada warga Desa Pararra.

“Anggaran desa sebagian telah dialokasikan untuk pengadaan jamban keluarga sejak 2017. Kini tinggal 37 rumah saja yang belum memiliki WC di Pararra sini.” kata Nirwan Kepala Desa Pararra’.

Menurutnya, tahun 2019 akan dianggarkan lagi sehingga Desa Pararra bisa menjadi Desa ODF, yakni desa bebas dari praktek buang air besar sembarang tempat.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply