Indah: Mariki’ Lestarikan Budaya, Adat Daerahta’

banner 468x60)

MasambaNews, Luwu Utara, – Pada prinsipnya atau hakekatnya, awal sebuah budaya, adat istiadat adalah suati usaha sosial dan kelompok masyarakat untuk mempertahankan jati diri hidupnya terhadap desakan kebutuhan hidup yang diperhadapkan pada tantangan alam disekitarnya.

Adalah suatu Kecamatan yang sangat terisolir di Kabupaten Luwu Utara, dijangkau hanya dengan pesawat perintis, itupun hanya sampai bandara, dilalui dengan motor trail atau motor yang sudah dimodifikasi ala trail 2 sampai 3 hari baru sampai. Kecamatan Rampi berjarak 86 Km dari Ibukota Luwu Utara, kota Masamba.

” Akal dan pengetahuan manusia sebagai modal kreasi untuk menciptakan pola kebudayaan itu sendiri sehingga menciptakan nilai dan norma kehidupan yang diakui dan dipercaya sebagai sebuah kekuatan spiritual pada saat itu. Kreasi ini kemudia menjadi kekuatan moral untuk mengkontrol hubungan timbal balik antara manusia dan alam sekitarnya, mengajak anak muda sebagai generasi penerus untuk mempertahankan karakter budaya, dan menabur karakter budaya dalam pergaulan sehari-hari,” tutur Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Ajakan Indah Putri Indriani, mariki’ lestarikan budaya, adat istiadatta’ daerahta”, dengan dialek Bupati Luwu Utara. Supaya tradisi daerah di Bumi Manurung(Lutra,red) tetap terjaga.
” Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya serta tradisi daerah. Mulai dari mengenalkan tarian daerah kepada anak-anak, pemua-pemudi, hingga mengajak mereka untuk mempertahankan tradisi budaya yang mulai perlahan-lahan hilang dari kebiasaan masyarakat dikehidupan serba modern.

Sekedar diketahui Kecamatan Rampi, dengan luas wilayah 1.565,66 km persegi dan jumlah penduduk hanya 3164 jiwa.
Baju khas Rampi dari dan terbuat kulit kayu bahannya kayu Kampollo dan Sumasa. Ini biasanya dikerja oleh kaum wanita dengan proses masih sangat tradisionil, dan biasa dilakukam setelah menanam padi sampai menunggu waktu panen. Kain kulit kayu adalah jenis kain yang menyerupai kertas. Tidak semua jenis pihon bisa digunakan untuk dibuat tekstil dari kayu. Pembuayan baju kulit kayu namanya kayu Sumasa. Sementara dari adat masyarakat setempat, baju kulit kayu ini terbuat dari kulit pohon Kampollo.

Pohon Kampollo memang jenis kayu ini cukup aneh dan menarik, dimana daun pohon ini jarang jatuh kebawah, tapi banyak ditiup angin ketempat lain sehingga disekitar pohon tetap bersih dari daun kering.

Untuk pembuatan bajunya, pohon Kampollo dikuliti dan direndamselama 3 hari, kemudian diangkat dan dipukul-pukul sampai menjadi pipih dengan alat khusus sebayak 9 jenis, dan dijemur sampai kering, lalu dibuat pola sesuai pesanan sebelum proses pewarnaan.

Ini perlu diketahui, baju adat khas Rampi, pernah dipakai Dewi Anggraeni pada audisi Putri Indonesia tahun 2014 dan Putri Pariwisata Tita Karmila tahun 2017 lalu asal Luwu Utara ditingkat provinsi dan nasional.(yustus/yusran).

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply