Berantas Tuberkulosis, Puskesmas Sabbang Ajak Kader Ketuk Pintu

banner 468x60)

MasambaNews, Luwu Utara, – Penanggulangan penyakit Tuberkulosis terus diupayakan oleh pemerintah, terutama TB-Paru dengan menggandeng seluruh komponen masyarakat.

Mengingat besarnya kerugian ekonomi akibat penyakit menular ini, dan dampak buruk terhadap penderita secara fisik, sosial dan mental, upaya penemuan kasus dan pengobatan secara tuntas perlu untuk dilakukan. Hal ini diutarakan oleh Hairul Muslimin, Kepala Puskesmas Sabbang Kabupaten Luwu Utara saat berjumpa dengan para kader kesehatan di Aula Puskesmas Sabbang, Jum’at (28/9/2018), melalui rilis WhatsApp nya pada media ini.

Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobakterium tuberculosis ini belum sepenuhnya bisa diatasi.
“Penularan TB Paru masih menjadi perhatian serius kita. Proses interaksi di masyarakat yang tidak bisa dihindari, ditambah lagi etika batuk dan meludah yang sering kali diabaikan oleh penderita TB Paru menjadi pemicu penularan penyakit ini. ” ujar Hairul Muslimin.

Sebagai upaya untuk mendukung target pemerintah dalam pencapaian Indonesia Bebas TB, menurut Hairul, harus ada sinergitas antara petugas kesehatan, kader kesehatan, pasien TB, keluarga pasien, masyarakat dan pemangku kepentingan.

” Penemuan kasus baru, rujukan suspek TB ke fasilitas kesehatan, pengobatan tuntas, pengawasan menelan obat, serta upaya pencegahan penularan perlu dilakukan dengan dukungan semua pihak. ” ucapnya.

Saat ini penemuan kasus TB BTA positif masih rendah. Menurutnya, ini berkaitan dengan keengganan untuk memeriksakan diri pada orang dengan gejalah TB. Hal tersebut, menurut alumnus FKM unhas Makassar ini, tak lepas dari stigma buruk pada penderita yang ingin dihindari.

” Penderita TB cenderung mengisolasi diri dari pergaulan, ditambah lagi sebagian masyarakat cenderung menjauhi penderita, hal ini memunculkan stigma buruk pada penderita TB,” ujar Hairul.

Kasus BTA Positif di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara sampai akhir September 2018 dilaporkan sejumlah 29 kasus. Kasus TB paru, menurutnya merupakan fenomena gunung es. ” Angka penemuan kasus yang muncul di permukaan dan dilaporkan masih kecil, yang belum ditemukan dan dilaporkan jauh lebih banyak. ” ungkapnya.

Untuk mendongkrak penemuan kasus, Puskesmas Sabbang mengajak kader kesehatan untuk bersama-sama melaksanakan Gerakan Ketuk Pintu TOSS TB.

” Gerakan Ketuk Pintu ini merupakan gerakan bersama masyarakat, dalam hal ini kader kesehatan, mengunjungi rumah-rumah warga, bersilaturrahmi sambil mencari suspek atau terduga TB Paru. Kita bekerja dengan semangat TOSS TB, Temukan, Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis. ” beber Hairul.

Kader kesehatan dibekali ilmu untuk melakukan skrining suspek TB Paru, memberikan edukasi dan merujuk ke fasilitas kesehatan jika menemukan terduga penderita.
” Jika menemukan orang dengan gejala umum seperti batuk lebih dari 3 minggu, demam, berat badan terus menurun tanpa sebab, sering berkeringat di malam hari, serta cepat lelah, segera sarankan ke puskesmas. ” harap pria berjanggut ini.

Kepala Puskesmas Sabbang ini optimis penemuan kasus TB Paru meningkat jika kegiatan ketuk pintu ini berjalan secara konsisten dengan pelibatan masyarakat secara aktif dan massif.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply