Perilaku Merokok di Kalangan Pelajar Mengkhawatirkan, Kapus Sabbang Harapkan Sekolah Jadi KTAR*

banner 468x60)

MasambaNews, Luwu Utara, – Fenomena pelajar yang merokok kerap kali ditemukan di beberapa tempat. Kemudahan akses dalam mendapatkan rokok di sekitar lingkungan pergaulan, serta praktek meniru dan coba-coba ditengarai jadi alasan meningkatnya jumlah pelajar yang merokok.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin, 24/9/2018, Hairul Muslimin, SKM, Kepala Puskesmas Sabbang Kabupaten Luwu Utara, mengemukakan fakta angka pelajar perokok dan terpapar asap rokok yang tinggi.

” Kami melakukan skrining di 4 sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas dalam wilayah Kecamatan Sabbang, hasilnya cukup mencengangkan. 53 persen pelajar positif memiliki kadar Karbonmonoksida dalam tubuhnya. Angka ini menunjukkan tingkat paparan asap rokok yang tinggi, ” jelas Hairul Muslimin.

Puskesmas Sabbang juga menemukan realitas 16 persen pelajar memiliki kadar nikotin dalam sampel urinenya. Hal tersebut menjadi indikasi adanya praktek merokok di beberapa pelajar di Kecamatan Sabbang.

Mengatasi masalah rokok di kalangan pelajar, Hairul Muslimin mengharapkan dukungan semua pihak untuk terlibat mensosialisasikan bahaya rokok bagi kesehatan.

” Sekolah sudah selayaknya menerapkan kebijakan Kawasan Tanpa Asap Rokok apalagi sudah ada Peraturan Daerah yang mengatur hal tersebut. ” imbuhnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara sudah berkomitmen untuk menanggulangi masalah rokok dengan diberlakukannya Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok.

” Dalam Perda KTAR diatur, Kawasan Tanpa Asap Rokok meliputi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, sarana pendidikan, perkantoran, tempat ibadah dan tempat bermain anak,” terang Hairul Muslimin.

Dukungan atas regulasi ini sangat diharapkan dari semua pihak. Termasuk di antaranya dukungan Kepala Sekolah untuk memberlakukan Kawasan Tanpa Asap Rokok di sekolahnya masing-masing.

Menurut Hairul, jika sekolah telah menerapkan aturan KTAR, maka para pelajar dan termasuk guru-guru dan karyawan sekolah tidak leluasa lagi merokok dan lingkungan sekolah jadi lebih sehat.

” Lebih lanjut Kepala Puskesmas Sabbang itu mengharapkan keaktifan pihak sekolah untuk turut serta mengkampanyekan perilaku hidup sehat dengan menghindari perilaku merokok pada siswa. “Pesan untuk tidak merokok dapat disisipkan saat upacara bendera atau saat pelajaran berlangsung,” pungkas Hairul.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply