Remajakan Kakao Target 2 Tahun Tak Ada Pohon Yang Tua

banner 468x60)

Masambanews, Luwu Utara, – Kondisi perkebunan kakao di Luwu Utara terutama di Kecamatan Sabbang Desa Batu Alang, Bone Subur, Tete Uri, Pengkendekan dan desa lainnya perlu beberapa perbaikan.

“Dari seluruh kebun di Desa Batu Alang 450 hektar kakao kita saat ini, sudah tua hampir setengahnya,” ujar Kepala Desa Batu Alang, Mustamin Phupus kepada media ini, Sabtu, 21/7/2018.

Pemerintah Indonesia kini gencar meremajakan pohon kakao tua. Sebab, Indonesia ditargetkan menjadi penghasil kakao terbesar di dunia lima tahun mendatang. Begitu pula Desa Batu Alang bergotong royong menebang pohon kakao yang sudah tua dan kurang produktif lagi, target kami 2 tahun kedepan tak ada lagi tanaman kakao yang tua,” ujarnya.

Jangka waktu itu terbilang mepet dengan usia panen kakao. Proses peremajaan buah bahan dasar coklat ini, kata Phupus butuh empat tahun hingga akhirnya bisa dipanen.

“Pohon kakao yang bagus itu butuh empat tahun dari tanam hingga panen,” jelas phupus.

Produksi kakao di Luwu Utara dinilai sudah cukup baik terutama di Desa Batu Alang. Phupus mengatakan, hasil panen kakao beberapa wilayah meningkat semenjak program gerakan revitalisasi nasional kakao yang dilakukan sejak 2009 lalu.

“Setelah program, petani bisa hasilkan satu ton per hektar per tahun, bahkan beberapa wilayah ada yang dua ton per hektar. Saya sebagai Pemerintah Desa akan upayakan seluruh wilayah seperti itu,” tuturnya.

Pemerintah Indonesia berambisi menjadikan tanaman kakao menjadi produsen terbesar di dunia lima tahun mendatang. Watimpres bersama Anggota DPR RI Opu LAM siap mewujudkannya saat kunjungan kerja baru-baru ini di Desa Batu Alang yang digelar Desa Parawisata Kakao.

“Kita akan meningkatkan produksi dan produktifitas kakao, Kepala Desa Batu Alang minta agar bisa ditingkatkan produksi sampai tahun kedepan.

Phupus menjelaskan, guna meningkatkan hasil panen, pohon penghasil bahan dasar cokelat ini akan direhabilitasi dan diremajakan. Anggaran besar pun disiapkan pemerintah untuk rakyatnya.

“Sekarang kami sudah mulai peremajaan (pohon kakao) dengan cara warga gotong royong menebang pihon kakao yang kurang produktif lagi,” tuturnya.

Phupus yakin peningkatan produksi kakao satu ton per hektar per tahun ini akan mewujudkannya di desanya. “Peningkatan produksi targetnya dua tahun ke depan kita tak ada lagi tanaman kakao yang tua,” pesannya.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply