Mardianto, Fokus Pada Pembangunan Desa

banner 468x60)

Masambanews.com, Luwu Utara.    Program pembangunan pedesaan, merupakan program juga pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulsel. Untuk mempercepat laju pembangunan ditiap- tiap desa dengan tujuan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Maka untuk itu Pemerintah Desa, selaku pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga, harus lebih bijaksana dan tidak membeda-bedakan dusun ini dusun itu dalam menerapkan program- program yang telah disalurkan pemerintah Kabupaten dan pusat. Untuk memanfaatkan dan mengolah dana tersebut, agar benar- benar dapat bermanfaat dan berfungsi sesuai kebutuhan masyarakat.

 ” Menurut Kepala Desa Kampung Baru Mardianto Mangadi, S.AN pada media ini, 30/5/2018 dengan meningkatnya kemajuan desa merupakan suatu tanggungjawab setiap Kepala Desa,” ucapnya.

Untuk itu Kepala Desa( Kades), harus benar- benar bisa menerapkan dan memiliki program yang matang untuk membangun desanya, agar lebih maju dan yang bersentuhan langsung masyarakat dan yang utama.  

Seperti tahun lalu, ada dua tahap pekerjaan,yakni semua dusun yang jumlahnya empat, masing- masing Dusun Karawak, To’ Bau, Malombu dan Dusun Ponglumbaja, semuanya dibangunkan Draenase kiri kanan dengan jarak 1 km, pengkerikilan, dan di Dusun Karawak jalan tani ditimbuni krikil. 

Desa Kampung Baru memiliki jumlah Kepala Keluarga 410 KK. Maka seorang yang dikenal pekerja ulet ini, mengatakan selain pembangunan fisik juga ada pembangunan moral dan karakter diutamakan juga. 

” Di desa kami ada namanya Program tiga rasa, untuk wewujudkan pembangunan lebih baik. Program ini namanya Program rasa sosial, Program rasa tanggung jawab dan program rasa sosial. Sehingga dengan program ini, Desa Kampung Baru mengalami kemajuan yang membanggakan bagi warganya dan sudah turun drastis kenakalan remaja,” tuturnya. 

Desa Kampung Baru yang dihuni warga Toraja, Pantilang, Rongkong, dan mereka hidup berdampingan, saling menghormati dan rasa kekeluargaan yang akur dan mayoritas warganya petani sawah. 

Meskipun warga beraneka ragam sikap, sifat dan pendirian bukan menjadikan penghalang bagi Mardianto untuk memimpin warganya.

 Perlu diketahui Mardianto adalah orang Pantilang Bastem dan beragama Islam sedang istrinya dari Enrekang dan Guru PNS di SMPN. Dengan sikap gotong royong masih melekat di masyarakatnya.(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply