Kadis TPHP Ragukan Data PKS Jas Mulia

banner 468x60)

MasambaNews, Luwu Utara-Sejumlah Petani di Kabupaten Luwu Utara bertandang ke Ruangan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dam Perkebunan Kab Luwu Utara, pekan lalu. Kunjungan Petani Sawit diantaranya  Ketua Apkasindo Kab Luwu Utara, H Rafiuddin, Tauhid SE MM, Jusuf Paembonan, dan Mahmuddin diterima langsung oleh Kadis Pertanian, tanaman Pangan dan Perkebunan, Ir Agusalim Lambon.

Kepada Agussalin Lambong, Petani mengeluhkan turunnya Harga Tandan Buah Segar (TBS) dimana harga saat ini tinggal Rp 1120 per kg dan tingkat Petani hanya Rp 800 s/d 850 per kg. Pertemuan sekitar Satu Jam itu, ketua Apksindo Luwu Utara, Rafiuddin meminta Kepada Dinas Pertanian Kab Luwu Utara/ kembali memperkuat kelembagaan petani Kelapa Sawit, karena dengan kelembagaan yang kuat posisi tawar Sawit bisa lebih bagus.

Selain itu, Rafiuddin meminta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan kembali mendata meng-inventarisir semua Kebun Sawit di Luwu Utara, kemudian dikelompokkan sesuai dengan Umur Tanaman, Karena saat ini Harga TBS kita masih disamaratakan antara Umur 3 Tahun dengan Umur 20 Tahun. “” Untuk menaikkan harga TBS, kami minta Dinas Pertanian mendata Tanaman sawit Luwu Utara, khususnya bibit pembagian Pemerintah,”Ujarnya.

Rafiuddin juga mengusulkan agar Rapat Penetapan Harga TBS  dilalukan di Daerah sebab Asosiasi tidak memiliki dana operasional untuk menghadiri rapat penetapan harga di Makassar.”” Supaya petani bisa  hadir, sebaiknya rapat penetapan dilaksanakan di Daerah, Ucapnya.

Kesempatan itu  Tauhid dan Jusuf tidak percaya data yang dipaparkan Perusahaan PKS  saat penetapan harga, utamanya PT Jas Mulia yang memaparkan Indeks K 72 Persen Randemen sawit katanyan hanya 17 persen termasuk alasan Banyak Buah mentahdan buah Pasir/ Fraksi 00 yang dijual ke PKS sehingga dengan Pemaparan data itu tim penentapan harga  menurunkan Harga TBS.

” Fraksi 00 Itu golongan Sawit yang masih mentah, nah apa gunanya  sortase dilakukan PKS ini  alasan tidak masuk akal,  “” Pungkasnya.

Sementara Kadis Pertanian, Agusalim Lambong, mengaku heran Rendahnya Harga TBS di Luwu Utara, padahal  Harga TBS di Daerah lain cukup bagus,  Tanaman Pohon sawit di Kab Luwu Utara juga  sudah tidak ada yang berumur dibawah 5 Tahun. ” Saya masih Ingat Bantuan Pemerintan untuk bibit Sawit itu mulai tahun 2007 s/d 2011, jadi kalau dihitung sudah tidak ada tanaman dibawah 5 tahun, makanya  Tanaman Sawit Luwu Utara akan didata ulang dan dikelompokkan sesuai dengan Umur Tanaman, ” Ujarnya.

Agus pertanyakan komitmen PKS Jas Mulia terhadap kesejahtraan Petani Sawit, apalagi sejak PKS miliknya beroperasi belum ada sama sekali bentuk perberdayaan yang dilakukan terhadap Petani Sawit, padahal mereka dirikan PKS di Sukamaju atas dukungan lahan dari petani sawit. “” di ruangan ini juga,  saya pernah tanya mereka, apa yang telah dilakukan untuk Petani sawit, mereka tidak bisa jawab, karena memang belum ada dia lakukan, maksud saya minimal harga TBS di Lutra perbaiki, dan janganmiki ikut-ikutan dengan PKS PTPN karena meraka punya Kebun inti, “Ujarnya.

Ia meragukan Indeks K yang dipaparkan PKS Jas Mulia.” Masa Hampir sama dengan indeks K PTPN 72 persen dan 77 Persen, logikanya dimana, PTPN itu PKS sudah tua, banyak karyawannya, ada perumahan karyawannya, tidak mungkinah sama dengan Jas Mulia yang mesinnya masih baru, ini semua yang tidak masuk akal di Jas Mulia, termasuk jumlah TBS yang mereka oleh per hari,” Pungkasnya. (jal)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply