Bukan Saja Pelanggaran Surat – Surat Kendaraan Tapi Pegang HP Juga Tilang

banner 468x60)

Masambanews. Lutra, – Gerakan Operasi Patuh 2018 hingga saat ini terus berlangsung, Operasi yang telah dimulai pada tanggal 27 April 2018 lalu, ini bertujuan untuk menindak pengguna kendaraan yang berlaku tidak sesuai dengan peraturan berkendara seperti melanggar rambu, tidak menggunakan alat keselamatan berkendara, serta tidak memiliki surat-surat berkendara.

Dari pantauan media online masambanews.com pada operasi yang berlangsung di jalan Jendral Ahmad Yani Depan Bandara Andi Jemma Masamba Kabupaten Luwu Utara Sulsel, pelanggaran terbanyak masih didominasi sepeda motor. Pengguna sepeda motor yang tidak tahu sedang dilaksanakan operasi ketertiban banyak yang dikenakan tilang karena tidak menggunakan helm serta pelanggaran lain.

“Saya tadi sedang menengok handphone sebentar ketika di depan ada operasi polisi. Lupa menyalakan lampu juga,” ucap Rani, pengendara motor yang kedapatan melanggar di tengah operasi ini.

Pelanggaran paling banyak adalah pengendara motor yang tidak mengenakan helm. Beberapa bahkan memutar balik kendaraannya untuk menghindari operasi ketertiban ini. Selain tidak mengenakan helm pelajar tersebut ditindak karena tidak membawa surat izin mengemudi dan surat kendaraan.

Penertiban juga dilakukan pada kendaraan roda empat dan pengangkut barang. Pelanggaran yang dikenakan biasanya karena kelalaian pengemudi dan penumpang tidak mengenakan sabuk keselamatan.

Pada Operasi Patuh Jaya ini petugas polisi di lapangan memberikan tindakan langsung berupa surat tilang kepada pengendara kendaraan yang terbukti melanggar. Slip biru bagi pengendara yang menerima sangkaan pelanggaran yang dilakukan dan wajib membayar melalui bank BRI. Slip merah bagi pengendara yang menempuh jalur pengadilan untuk membantah sangkaan petugas dilapangan dan mengurus surat-surat kendaraannya di pengadilan.

Pengendara lebih memilih menerima slip biru pada saat operasi ketertiban ini. Namun ada juga pengendara yang meminta keringanan karena tidak memiliki waktu untuk mengurus proses tilang surat-surat kendaraan.

“Saya akhirnya damai. Saya tidak ada waktu mengurus surat-surat tersebut karena urusan pekerjaan,” ucap seorang pengendara yang tidak mau menyebutkan namanya yang sedang terburu-buru.

Hasil rekapitulasi pelanggaran pada Operasi Patuh sejak tanggal 27 April sampai tanggal 30 April tercatat sudah 338 pelanggar kendaraan yang kedapatan melanggar.

Hari keempat operasi patuh tercatat pelanggar 48, STNK 25 lembar, SIM 15 lembar dan Motor 8 unit.

Dalam operasi patuh hari keempat dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Luwu Utara, AKP Mustari SH dan didampingi Ipda Muh Muaz dan Kanit Patroli Satlantas Polres Lutra Ipda Ichsan. Operasi Patuh diselenggarakan hingga tanggal 9 Mei 2018. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply