Pelanggaran Meningkat Karena Kesadaran Berlalulintas Minim

banner 468x60)

Pelanggaran Meningkat Karena Kesadaran Berlalulintas Minim

Masambanews, Lutra, – Dalam berkendara setiap individu itu adalah perlu kesadaran dari dalam hati seseorang. Hal itu menunjukan tingkat kesadaran pengendara pengguna jalan untuk tertib berlalulintas masih rendah.

Di Kabupaten Luwu Utara(Lutra), kurangnya kesadaran pengendara pengguna jalan untuk tertib berlalulintas ini tergambar dalam operasi patuh yang mana hari pertama pelanggaran berjumlah 97 dan hari kedua 86. Selain itu banyak pengendara roda dua tidak menggunakan helm dan tak bisa memperlihatkan SIM serta STNK.

Kapolres Luwu Utara Boy panggilan akrabnya, sangat menyayangkan kurang patuhnya para pengguna jalan. Bahkan, tak jarang ketidak disiplinan mereka merugikan orang lain seperti ugal-ugalan dan tidak tertib antri dilampu merah. “Belum lagi sebagian pengendara sepeda motor tidak menggunakan alat pengaman seperti helm,” ujar AKBP Boy FS Samola kepada wartawan di Warkop Bandara Masamba(28/4), di hari ketiga pelaksanaan operasi patuh yang dilaksanakan di depan Bandara Andi Jemma Masamba.

“Jadi sampai hari ini hasil keseluruhan belum bisa kita rekap, tetapi sampai kemarin sudah 183 yang ditilang. Pelanggaran yang paling banyak rata-rata tidak pakai helm. Kemudian tidak lengkap surat-suratnya, STNK maupun SIM. Kemudian pelanggaran kasat mata lainnya yang kita lihat sehari-hari banyak masyarakat yang berkendaraan sepeda motor yang dibonceng tidak menggunakan helm,” ungkapnya.

Lanjutnta, justru kita menindak supaya masyarakat semakin menyadari bahwa pentingnya tertib berlalulintas. Menyadari untuk mengurangi fatalitas lakalantas. Karena rata-rata kalau laka lantas itu terjadi diawali dari pelanggaran. Baik dari mereka-mereka yang tidak memiliki SIM ataupun kelengkapan berkendaraan seperti tidak pakai helm.

“Kalau kita mengikuti sidang dendanya itu tidak besar. Denda minimum ada dan akan membuat masyarakat menjadi tahu, kalaupun terjadi ataupun mereka ditilang mereka tahu berapa denda yang harus dibayarkan. Sidang ditempat artinya mengambil blanko biru masyarakat bisa langsung menebus denda tidak menunggu jadwal sidang hari sidang berikutnya,” jelasnya.

Ditelepon via celular, Kasat Lantas Polres Lutra AKP Mustari, SH mengatakan, bahwa betul, selama operasi rutin dan patuh akan berlangsung 14 hari kedepan tingkat laka lantas diwilayah kita menurun.

“Hanya sedikit pelajar yang kena tilang sebenarnya. Karena Kita melaksanakan penindakan ini stasioner dilakukan bukan jam anak sekolah, namun yang terjaring pada saat razia patuh ini adalah para pekerja, wiraswasta dan lain-lain. Tingkat pelajar sangat minim,” akunya.

Memang itulah kita berharap adanya perubahan. Tetapi tingkat kesadaran masyarakat di Kabupaten yang berjuluk Bumi Lamaranginang, ini sangat rendah. Kalau kita lihat hari-hari yang kita lalui rata-rata masyarakat disini, yang namanya helm pasti jarang dipakai. Sampai sekarang masih kurangnya kesadaran berlalulintas .(yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply