Ketua PJ Lutra ; Fungsi Kontrol Jurnalis Tak Berjalan

banner 468x60)

Ketua PJ Lutra ; Fungsi Kontrol Jurnalis Tak Berjalan

Masambanews. Lutra, – Jurnalis, media online, cetak, sekarang ini menjamur. Itu menjadi fenomena bagus. Lantaran Jurnalis dianggap pilar keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Dari ketiga sisi itu, fungsi ini merupakan tantangan terberat seorang individu Jurnalis sebagai elemen yang obyektif.
Pasalnya, banyak menghadapi hambatan dari pihak yang berusaha membatasi fungsi Jurnalis.

Simpulan tersebut dikemukakan Ketua Persatuan Jurnalis(PJ) Luwu Utara Yoesran Aras kepada media online masambanews.com, 26/4/2018 di Masamba.

Menurut Ullank panggilan akrabnya, keberadaan Jurnalis(Pers, Wartawan,red) begitu impresif telah menyebabkan Jurnalis bebas menyampaikan berita berdasarkan nilai kebenaran yang mereka yakini.

Bahkan pemilik perusahaan media tidak lagi harus patuh pada politik imperatif yang memberatkan seperti ditarapkan para korporatis pemegang kekuasaan.

” Pemilik perusahaan media, mencari cara rasional memenuhi kepentingan financial. Tidak lagi melihat sisi intelektual yang mereka(Jurnalis) yang mereka rekrut sebagai Jurnalis.

” Enak dan gampang dong jadi Jurnalis di era sekarang, ” tuturnya.

Ullank menambahkan, salah satu syarat utama bagi Jurnalis untuk menjalankan fungsinya, Jurnalis itu harus dapat dan mempertahankan kepercayaan serta respek dari pembacanya.

” Jurnalis mengembangkan perannya sebagai saluran informasi terpercaya, pemberi analusis obyektif serta pendukung perbaikan,” paparnya.

Kendati diakui, Jurnalis juga tumbuh sebagai sebuah kesatuan bisnis. Ada keprihatinan bahwa Jurnalis akan mengkompromikan prinsip bermedia demi menjaga kepentingan tertentu atau mempertahankan perusahaan dengan menjual idealisme.

” Kepentingan ini berpengaruh di pemilik media. Memanipulasi objektivitas serta ketidakberpihakan demi kepentingan tertentu. Praktis, fungsi kontrol Jurnalis saat ini kurang berjalan. Bahkan, cenderung frakmatis. Idealisme Jurnalis sudah terbeli dengan kepentingan,” tegasnya.

Namun Ketua Persatuan Jurnalis Luwu Utara, Ullank tidak menyalahkan sepenuhnya Jurnalis. Karena perusahaan media menuntun bergeser dari fungsi kontrol ke bisnis.

Selain itu, media tumbuh bagaikan jamur serta banyaknya lembaga ke wartawanan. Sehingga sulit dilakukan kontrol terhadap Jurnalis yang tidak bekerja secara profesional. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply