Awas UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, Ini komentar Kapolres Lutra

banner 468x60)

Awas UU ITE Nomor 11 Tahun 2008, Ini komentar Kapolres Lutra

Masambanews. Lutra, — Keberadaan media sosial (medsos), membuat setiap orang yang terhubung dengan Internet dapat menyiarkan informasi apa saja dalam bentuk teks, foto maupun video.

Jika media massa sejak dulu punya etika penyebaran informasi, berbeda dengan media sosial yang bebas menyebarkan apa saja.

Akibatnya, sering terlihat di media sosial, foto-foto sadis dan mengerikan, misalnya, jenazah korban kecelakaan lalu lintas dalam kondisi mengerikan dan korban kriminal yang bersimbah darah.

Terkait hal itu, Kapolres Luwu Utara AKBP Boy FS Samola, menghimbau pengguna internet, utamanya media sosial, seperti facebook, twitter, blog pribadi atau bahkan di forum web, terkhusus Jurnalis Luwu Utara, agar tidak menyebar konten yang mengerikan. Sebab sang penyebar foto bisa diancam pidana.

AKBP Boy berharap, agar masyarakat tidak berkontribusi dalam menciptakan ketakutan tersebut. Salah satunya dengan tidak menyebarkan konten sadis dari foto dan video yang diambil di lokasi kejadian, yang kesannya sadis dan mengerikan.

“Konten yang mengandung unsur sadisme dan berpotensi menciptakan ketakutan dan kengerian yang meluas, kita imbau agar tidak disebar,” kata Kapolres Luwu Utara, Minggu 15 April 2018.

Ia menyebutkan, sebenarnya telah ada perlindungan melalui UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Ancaman pidananya adalah penjara paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 27 ayat (3) serta Pasal 43 UU ITE.

“Foto-foto yang mengandung unsur sadisme dan kekerasan hendaknya tidak kita upload ke ranah publik, apalagi media sosial. Kalaupun ditampilkan, maka foto tersebut harus disamarkan dan lebih mengedepankan empati,” ujarnya. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply