Aneh dan Unik Pemakaman Jenasah Bayi di Batang Pohon

banner 468x60)

Aneh dan Unik Pemakaman Jenasah Bayi di Batang Pohon

Masambanews. Tator, – Aneh dan Unik yang Ada dua Kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni di Bumi Pongtiku Lili’na Lepongan Bulan Gontingna Matari’ Allo, yang unik dan menakjubkan penguburan jenasahnya di batang Pohon. Itulah Kabupaten Tana Toraja ibu kota Makale dan Kabupaten Toraja Utara ibu kotanya Rantepao.

Pemakaman jenasah orang dewasa biasa dimakamkan di goa batu ( liang),yang masih alami seperti di Londa, Lemo, Ke’te’ dan masih banyak tempat lainnya, ada tebing batu yang datar dipahat dibuat segi empat masuk dan Patani seperti rumah dengan aneka ragam coraknya, untuk tempat jenasah disemayamkan.

Lantas bagaimana jika yang meninggal masih bayi dan belum tumbuh gigi susu?.
Kuburan bayi ini bisa ditemukan di Kambira Kabupaten Tana Toraja, dan di Bori’ Kalimbuang Kabupaten Toraja Utara, ditempat Baby Grave itu, wisatawan bisa bertanya banyak sama pemandu atau orang yang menjaga ditempat wisata itu. Kalau di Baby Grave Kambira kita memasuki hutan bambu yang rindang.

Untuk ke pemakaman di batang pohon itu, wisatawan berjalan kaki menuruni anak tangga yang tak jauh dari lokasi pintu masuk Baby Grave Kambira, dan kalau di Bori’ Kalimbuang pinggir jalan.

Ditengab rimbunan bambu, berdiri sebatang pohon yang tidak terlalu tinggi. Namun di batang pohon itu dipenuhi bentuk kotak-kotak dan ditutupi ijuk, disitulah disemayamkan bayi.

” Pohon itu namanyaTarra’ (bahasa setempat, sejenis pohon Sukun), disinilah tempat disemayamkan jenasah bayi. Sekitar 16 tahun lalu, pohon-pohon yang sudah berusia ratusan tahun pernah terkenah petir,” tutur A. Soba’ pemandu wisatawan memberikan penjelasan.
Memang terlihat tinggi batang pohon Tarra’ tersebut, sudah terpotong disambar petir dan hanya menyisahkan batang pohonnya.

Soba’ melanjutkan penjelasannya, syarat bayi yang meninggal dan disemayamkan di pohon itu yang berumur dibawah enam bulan, belum tumbuh gigi susu dan belum bisa berjalan serta masih menyusui.
” Bayi kondisi seperti itu dianggap masih suci,” tuturnya.

Menurut Soba’, pemakaman bayi di sebatang pohon itu, dalam bahasaToraja disebut ” Passilliran ” . Tapi itu hanya dilakukan masyarakat Toraja yang masih menganut agama Aluk Todolo( kepercayaan terhadap leluhur). Semakin tinggi tempat dilubang pohon Tarra’ itu, kasta dari orang tuanya diatas juga.
” Pohon Tarra’, sengaja dipilih sebagai tempat djsemayamkan bayi, karena memiliki banyak getahnya, yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu(ASI), ini pemahaman agama aluk todolo,” ceriteranya.

“Dengan menyemayamkan bayi di batang pihon Tarra’, orang Toraja menganggap bayi tersebut dikembalikan ke rahim ibunya,” ucapnya lagi.

Dan bagaimana proses pemakamannya? Soba’ menjelaskan, pohon Tarra’ dilubangi ukuran diameter bayi, kemudian jenasah bayi diletakkan dilubang pohon tanpa dibungkus (telanjang). Selanjutnya, lubang itu sambil menunjuk kearah batang pohon Tarra’ ditutup hanya dengan menggunakan ijuk dari pohon enau/aren.

Itu dibatang pohonTarra’ beberapa lubang yang sudah dilapisi ijuk tersusun rapi. Tak ada bau yang tercium dari lubang pohon itu. (yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply