Destinasi Wisata Budaya Bumi Lamaranginang Perlu Penanganan Serius

banner 468x60)

Destinasi Wisata Budaya Bumi Lamaranginang Perlu Penanganan Serius

Masambanews.Lutra – Kepala UPT SMPN 1 Rongkong Kabupaten Luwu Utara yang dijuluki Bumi Lamaranginang Sulsel Drs Rugani Ngalle M.Si mengungkapkan potensi destinasi wisata dan budaya di Luwu Utara, khususnya yang dimiliki tiga Kecamatan di wilayah pegunungan, seperti Kecamatan Rongkong, Seko dan Kecamatan Rampi.

Kecintaan pada parawisata dan budaya mendorong masyarakat luas untuk melakukan perjalanan keseluruh pelosok pedesaan di Indonesia, khususnya di Bumi Lamaranginang. Panorama alam yang masih banyak belum tersentuh sangat mempesona. Kemudian dibalut dengan ragam adat istiadat, membuat hati terketuk untuk menikmatinya.

” Keindahan alam, tutur Rugani Ngalle, kehidupan masyarakat dengan adat istiadatnya, kehidupan alam liarnya bisa ditemui di beberapa Kecamatan, khususnya di Rongkong, Seko dan Rampi, hanya masalah struktur jalan yang belum mendukung untuk sarana transportasi kesana,” paparnya di kediamannya 1/4/2018.

Segala keindahan dan potensi/destinasi parawisata yang ada di depan mata oerlu dikembangkan dan dilestarikan.
” Selain kita, siapa lagi yang akan menjaga, memelihara dan menikmatinya,” tambahnya.

Seperti air terjun Sarambu Alla’ di Tonangka’ Desa Kalotok Jecamatan Sabbang, merupakan tempat pertama bagi pengunjung yang ingin memasuki wilayah Kabupaten Luwu Utara, namun perlu oenanganan yang seriys dari Pemerintah Kabupaten dan SKPD terkait.

Temoat ini juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan, seperti rambutan dengan segala jenisnya, durian biada dan durian motong mas, langsat yang merupakan salah satu andalan wisata dengan panorama alam sekitarnya cukup asri dan alami. Pemerintah Kabupaten juga harus memperhatikan pembangunan jalan dan memvangun tempat penginapan dengan desain Bumi Lamaranginang sedemikian rupa.

Kecamatan Seko misalnya, ibarat perkampungan tradisionil yang diwarnai bebatuan yang berukir dalam bahasa setempat(Seko) disebut ” Hatu Rondo “.

Kecamatan Seko yang selalu diliputi kabut dingin menyatu dengan hijaunya pepohonan, lembah, pegunungan, yang ditemui pengunjung dimana-mana. Rumah-rumah penduduk sebagai tempat peristirahatan.

” Di alam Seko yang eksotis dapat dinikmati aneka macam anggrek dan tumbuhan yang cukup langka dan bervariasi. Dari kota Masamva ke Seko kyrang lebih 148 km dan kalau naik ojek sepeda motor diperkirakan 7 jam, ada juga pesawat kecil ” tutur Rugani.

Dan di Kecamatan Rongkong terdapat ethnis budaya Rongkong yang jegiatan keseniannya adalqh merupakan perilaku yang rampak dalam keseharian mereka.
Salah satu tariannya yang biasa ditampilkan diacara kebesaran dan penjemputan tamu-tamu adalah Tarian Mangngaru’ .

” Selain budaya Rongkong, juga ada panorama alam yang indah, air terjun panas Kanandede, digunung ada yang menyerupai danau dan airnya tetap sama pada musim hujan dan kemarau.
Konon lokasi itu, tempatnya Dewa-Dewi mandi. Perut Bumi Rongkong mengandung potensi tambang emas dan besi baja dan bahan baku semen pazzolan, begitu juga di Kecamatan Seko,” papar Rugani Ngalle.

Masih banyak pitensi wisata yang bisa dilihat dan disaksikan di Bumi Lamaranginang, seperti sungai Rongkong yang bisa dijadikan ikon lokasi arung jeram. Lokasinya dilereng pegunungan dan jalan yang menghubungkan beberapa desa. Topografinya sungai Rongkong berbukit dan berkelok, mengalir diantara tebing-tebing landai berjenis batuan endesit. Lebar sungainya kurang lebih 30-100 meter.

Di Baebunta kita melihat ada tarian Bone Balla merupakan titisan dari Dewa bersamaan dengan turunnya To Manurung di Baebunta pada saat itu.
Oleh sebab itu, Baebunta mensakralkan tarian ini, artinya tidak dipentaskan disembarang tempat, kecuali pada saat ada tamu Kerajaan yang akan dihibur di dalam istana.

Menurut Rugani Ngalle, ada beberapa wisata alam, seperti air terjun Sadambu Allah, air terjun panas Kanandede di Kecamatan Rongkong, air panas Pinjara di Kecamatan Masamba, ada juga tempat permandian alam di Tamboke Kecamatan Sukamaju, ada wisata alam Meli di Kecamatan Baebunta. Alam natural Desa Meli identik dengan sungai yang masih asri dan alami di Kabupaten Luwu Utara denfan pesona air yang jernih serta pemukiman penduduk sekitar sungai yang ramah.

Di Kecamatan Masamba ibukota Kabupafen Luwu Utara, juga ada objek wisata aur panas Pinjara. Objek ini terletak di sebelah utara kota Masamba, sekitar kurang lebih 7 km. Dan air panas Pinjara bisa digunakan untuk mengobati penyakit gatal-gatal. Disekitar air panas anda juga bisa menikmati pesona alam yang menarik sambil menyaksikan aktivitas penduduk setempat yang mencari nafkah dengan bercocok tanam dengan cara tradisionil.

Objek wisata Sejarah, ” tambah Rugani, misalnya Makam Datuk Pattimang Kecamatan Malangke. Kompleks ini diminati para wisatawan yang ingin berziarah di majam Datuk Pattimang atau biasa disebut Datuk Sulaeman.

Konon Datuk Pattimang yang berhasil menciptakan momentum penyebaran Agama Islam menjadi Agama dominan di Sulawesi-Selatan, yang sekaligus mempengaruhi perkembangan sejarah Indonesia timur. Makam Datuk Pattimang terletak di Kecamatan Malangke yang berjarak kurang lebih 38 km dari kota Masamba ibukota Kabupaten Luwu Utara,” tutupnya. (Yustus).

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply