Kapolres Luwu Utara Gelar Deklarasi anti Hoax, Sara dan Radikalisme Bersama TNI, Pemerintah,Tokoh Agama, Pemuda, masyarakat, dan Tokoh Adat Di Mako Polres Luwu Utara

banner 468x60)

MasambaNews. Lutra, – Pengurus dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Luwu Utara, Sulsel mendeklarasikan Anti Hoax, Anti Kebencian, SARA dan Pilkada Damai 2018 .

Deklarasi ini digelar seusai rapat konsolidasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) antara Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Polres Luwu Utara, Kodim 1403 Sawerigading, Kejaksaan Negeri, KPU dan Panwas Luwu Utara bertempat di Aula Polres Luwu Utara, Senin/19-3-2018.

Enyon Kepala Badang Kesbang Politik, mengatakan situasi tahun politik 2018 ini, dengan hadirnya perwakilan tokoh Agama Islam, Katholik , Protestan dan Hindu yang terhimpun dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta hadir pula perwakilan tokoh Adat, Budaya dan Etnis yang terhimpun dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), guna menyamakan persepsi menjelang Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2018.

“Di tahun politik atau tahun demokrasi saat ini sangat rawan terjadi ketegangan sosial dan konflik apalagi yang berbau Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA),” ujar Enyon panggilan akrabnya.

” Peran FKUB sebagai wadah lintas agama dan peran FPK sebagai wadah lintas adat, budaya dan etnis memiliki peran yang sangat besar sejak saat ini untuk berpartisipasi mewujudkan pesta demokrasi yang sukses dan damai, terhindar dari konflik yang mengatasnamakan SARA karena issu SARA sangat rentan dan sensitif ditarik untuk disebarkan terlebih dalam bentuk berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian kepada masyarakat untuk kepentingan tertentu selama tahun politik, baik itu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Presiden (Pilpres) maupun Pemilihan Legislatif (Pileg)” pesan Kaban Kesbangpol Luwu Utara.

Selain itu Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum yang membuka acara tersebut, mengungkapkan bahwa strategi politik saat ini yang dapat memecahkan kerukunan umat beragama, persatuan dan kesatuan di masyarakat dengan munculnya berita hoax yang disampaikan secara massif di media sosial yang akan memudahkan masyarakat terprovokasi dengan mudah.

“Tentu saya berharap FKUB dan FPK dapat memanfaatkan rapat konsolidasi ini agar pelaksanaan pilkada tahun 2018 berjalan aman, tertib, terkendali dan damai” pinta Thahar-sapaan akrab Wakil Bupati Luwu Utara.

Juga Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy F.S Samola mengungkapkan bahwa issu SARA selalu diangkat karena dinilai sensitif dan rawan terjadinya perpecahan di masyarakat. “Dan Saya mengajak kepada kita semua untuk tidak terpancing dan melaporkan kepada pihak yang berwenang. Kita harus bisa menganalisa, masuk di akal atau tidak berita yang kita dengar atau lihat lewat postingan-postingan yang beredar” tutup Boy F.S Samola.(cok/yustus).

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply