SOFIAN HAMID TERCEPAT SERAHKAN WAJIB LAPOR BERKAT e – LHKPN

banner 468x60)

Lutra,MasambaNews, – Kabupaten Luwu Utara, Sulsel Tercepat menyerahkan berkasnya. Ada 302 Wajib Lapor (WL) Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) eksekutif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara yang terdiri dari Pejabat Eselon II, Eselon III, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pengadaan.Serta Auditor Inspektorat, Sekretaris KPU dan Ditrektur PDAM.

Dimana telah resmi menyerahkan berkas kelengkapan e-LHKPN-nya ke lembaga anti rasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Selasa 13 Maret 2018, di Gedung Merah Putih KPK-RI.

Berkas e-LHKPN 302 WL tersebut diserahkan langsung Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Luwu Utara, Sofyan Hamid, kepada Perwakilan Direktorat PP KPK-RI, Rikhi Sulaiman.

Penyerahan e-LHKPN ini sekaligus menjawab tantangan yang diberikan Bupati Luwu Utara beberapa waktu lalu di acara Sosialisasi Tata Cara Pengisian e-LHKPN pada 31 Januari kemarin yang juga dihadiri Direktur PP KPK-RI.

Waktu itu Bupati Indah Putri Indriani memberikan deadline kepada seluruh pejabat wajib lapor bahwa berkas laporan harus tuntas sebelum 1 Maret 2018.

Sementara batas akhir penyerahan berkas e-LHKPN yang ditargetkan KPK adalah 31 Maret 2018.

“Alhamdulillah, hari ini, 302 wajib lapor dari ekseklutif resmi menyerahkan laporan e-LHKPN. Ini berarti bahwa tantangan yang diberikan Bupati telah dipenuhi,” ujar Sofyan di Jakarta.

Penyerahan e-LHKPN yang dilakukan pada Selasa 13 Maret 2018 ini, ungkap Sofyan, merupakan yang tercepat di Provinsi Sulawesi Selatan. Dan tentu, lanjut Sofyan, hal ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara karena para pejabat telah menyadari pentingnya melaporkan harta kekayaan.

“Alhamdulillah, menurut Tim Direktorat PP KPK tadi bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara adalah yang tercepat menyerahkan laporan harta kekayaan pejabatnya untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Sofyan.

Sebelumnya Sofyan mengungkapkan, ada 310 WL yang tercatat akan melakukan pelaporan, tetapi dalam perjalanannya, 8 orang WL batal melakukan penginputan disebabkan beberapa hal, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 orang pindah tugas dan 6 orang pensiun. Jadi, tersisa 302 WL yang pada akhirnya menyelesaikan penginputannya tepat waktu.

“Selama 1 bulan penuh, dimulai awal Februari admin instansi dan admin unit kerja serta staf Bagian Hukum bekerja penuh mengejar target. Itulah kemudian Admin e-LHKPN memberi pelayanan di hari sabtu-minggu. Bahkan kadang dilakukan secara door to door di malam hari,” pungkas pria berkaca mata ini. (lh/yustus)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply