TINUS ALIAS NANAS, ANAK YATIM PIATU YANG HIDUP DIGUBUK REOK.

banner 468x60)

MasambaNews. – Berbicara mengenai soal kemiskinan, kemelaratan, yatim piatu sebatang kara hidup digubuk reok dipinggir kebun Kelapa Sawit. Sebetulnya di Bumi Lamaranginang (Lutra,red) banyak warga yang miskin dan melarat hidup sebatang kara.

Fenomena ini mewarnai akhir akhir ini dengan giatnya para pencari berita menyusur warga yang sama sekali tidak dilirik oleh pemerintah desa.

Melihat kenyataan itu, Ibu Kepala UPT SDN 210 Minna angkat bicara dengan keprihatinan seorang ibu, mengatakan, di Dusun Minna ini,Desa Bungapati Kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, hiduplah Tinus sebatang kara dengan tubuh krempeng karena yatim piatu, sudah puluhan tahun orang tuanya meninggal. Dia hidup sebatang kara pak, kasihan memang,” ucap Maria meneteskan air mata.

Nanas panggilannya sehari hari, hanyalah buruh orang yang punya kebun Kelapa Sawit, kalau tidak afa orderan untuk memungut dan mengangkat buah kelapa sawit, dia kesini biasa kami panggil untuk makan, itulah hidupnya pak. Semoga ada orang atau pemerintah kabupaten yang peduli, soalnya pemerintah desa tidak meliriknya. Pernah kenah parang pak dibawah dirumah sakit Masamba dan tidak punya Kartu Sehat, terpaksa kami yang biayai dulu untuk pengobatannya,” ujarnya.

” Semoga dengan diberitakannya ini pak, tutur Kepala UPT SDN 210 Minna, Pemkab Luwu Utara dan Dinas terkait bisa juga melirik Nanas digubuk reoknya dan mengusahakan kasihan Kartu Sehat kepadanya, karena selama ini setahu kami tidak pernah ada bantuan dari Pemerintah Desa Bungapati. (yustu)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply