PINTU GERBANG MASUK KELUWU UTARA YANG BERLOKASI DIDESA MARI-MARI KEC. SABBANG TIDAK TERAWAT

banner 468x60)

MASAMBANWES. — Pintu gerbang perbatasan di desa mari-mari kecamatan sabbang merupakan pintu gerbang menuju kabupaten Luwu Utara dari arah kota kabupaten Luwu salah satu pintu gerbang perbatasan ibu kota kabupaten Luwu Utara. Sabtu (9/9/2017)

Dari pantauan Masambanwes.com dilokasi, Bangunan yang pembangunan nya berasal dari APBD pemerintah kabupaten Luwu Utara selama kepemimpinan Andi Lutfi (LAM) selama dua periode, dan di tongkat kepemimpinan H.Arifin Junaidi hanya melakukan rehab, sampai saat ini sudah di tengah berada di ambang kehancuran, kondisi dan wajah depan Kabupaten sudah tidak jelas dan sangat tidak terawat, atas gerbang yang terlihat nyaris ambruk, plafon sudah bergelantungan rumput liar, atapnya sudah tumbuh lumut apa lagi catnya yang sudah pudar.

Salah seorang Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masamba Affair Center ( MAC), Amordi,  merasa prihatin melihat kondisi pintu gerbang perbatasan kabupaten Luwu Utara tidak lagi menjadi perhatian pemerintah kabupaten, hanya mengurus kegiatan lain dan penghargaan semata. ” Ungkapnya

“Pintu gerbang perbatasan itu adalah wajah depannya Kabupaten Luwu Utara, karena berbatasan dengan Kabupaten Luwu dan dekat dengan kota Palopo, saya merasa prihatin banguna itu dibiarkan begitu saja tanpa perawatan, dengan kondisi seperti itu seolah menggambarkan suasana didalam pemerintahan kita,” ujarnya

Amordi melanjutkan, gerbang yang merupakan aset Kabupaten Luwu Utara itu sudah tidak lagi tersentuh dantidak ada perhatian pemerintah untuk melakukan rehab, atau memperbaharui kondisi gerbang tersebut, karena tidak tersentuh perhatian Pemda jadilah gerbang itu seperti terlihat saat ini. “Jelasnya.

Ditambahkan Amordi dalam waktu dekat ini banyak tamu yang akan melakukan kunjungan kerja diantaranya Kapolda Sulselbar Kajati Sulselbar dan banyak wisatawan lainya, pemandangan pertama yang di lihat orang ketika memasuki Kabupaten Luwu Utara adalah Gerbang Perbatasan itu.

“tambahnya yang malu bukan kita  tapi pemerintahnya kalau gerbangnya rusak dan tak terawat seperti ini,” terangnya.

Amordi meyakini, saat ini Pemda Luwu Utara tidak kekurangan dana untuk melakukan rehap bangunan gerbang tersebut, menurutnya mungkin para pejabat masih disibukkan dengan rencana program program pembangunan besar sehingga terlupakan hal sepele di depan mata.

“Saya rasa untuk merehabnya tidak membutuhkan dana yang begitu besar,” katanaya

Untuk itu, Amordi mengharapkan kepada Pemerintah kabupaten Luwu Utara untuk merehab gerbang perbatasan di perbatasan desa mari-mari kecamatan sabbang itu. (Awhy).

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply