Pemkab Luwu Utara Studi, Tiru Sistem E-Kemiskinan Kota Makassar

banner 468x60)

MASAMBANWES. –Berbagai upaya peningkatan kinerja pemerintahan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. kini pemerintah Kabupaten Luwu Utara melakukan studi tiru ke Pemerintah Kota Makassar. Kunjungan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, diterima oleh Staf Ahli Walikota Makassar, bidang perekonomian dan pembangunan sosial, Irwan Rusfiadi Adnan di Ruangan staf Ahli Walikota pada Kamis (13/7/2017).

ketua Rombongan Arief R. Palallo mengatakan bahwa kunjungan kali ini dilakukan untuk mempelajari sistem penanggulangan kemiskinan melalui e-kemiskinan yang telah di terapkan di kota Makasar “kunjungan kerja ini di maksudkan untuk, melaksanakan studi tiru, terkait pengelolaan penanggulangan kemiskinan melalui media elektronik, terkhusus bagaimana mengolah data untuk di gunakan oleh instansi terkait agar penanggulangan kemiskinan tepat sasaran” kata Arif Palallo pada saat memberikan sambutan tujuan kunjungan.

sementara itu staf ahli Walikota Makassar mengungkapkan bahwa, dalam upaya penerapan sistem e-kemiskinan, perlu ada penguatan data di setiap instansi dan di imput dalam suatu sistem. “bagaimana menguatkan data di setiap instansi, karena semua data akan berhubungan dengan setiap keperluan, baik sosial, kemiskinan, kesehatan dsb, sehingga dalam penggunaannya mudah dan tepat sasaran, baik untuk menentukan angka kemiskinan, angka kematian dan sebagainya” kata Irwan Rusfiadi Adnan.

sementara itu rombongan Studi Tiru pemerintah Kabupaten Luwu Utara, bertekat untuk mengembangkan sistem ini di Luwu Utara, meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa keterbatasan daerah dalam memfasilitasi sistem ini juga menjadi faktor penentu. “Kita akan upayakan untuk mengikuti sistem ini, hanya saja memang kendala kita di daerah adalah Fasilitas yang belum memadai, kita bicarakan dulu dengan pimpinan hasil studi kita, terus kemudian kita buatkan perbubnya, baru kita laksanakan”. kata Arif Palallo.

setelah ditanyakan apakah dalam waktu dekat sistem ini langsung di terapkan, Arif mengutarakan bahwa tujuan studi tiru ini, adalah apa yang perlu di siapkan. “untuk persoalan waktu kita upayakan secepatnya, kita pelajari dulu, kemudian singkronkan semua data data, kemudian kita kerjakan, tapi bertahap. tutup Arif.

Rombongan Studi Tiru kali ini diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Misbah, Perwakilan BAPPEDA, Dinas Sosial, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) sebanyak 7 Orang.( Hms/ Awhy)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply