BURHAN BERSAMA KELUARGA KORBAN KEBAKARAN YANG HIDUP DIDALAM TENDA SEJAK APRIL KADANG TERENDAM BANJIR SETUNGGI LUTUT

banner 468x60)

MASAMBANWES. — Burhan bersama keluarganya merasa terkucilkan oleh pemerintah daerah khususnya instansi terkait dinas sosial kabupaten Luwu Utara, beliau adalah korban kebakaran yang menghanguskan seluruh rumah serta isinya di bulan April 2017.
Pasca kejadian itu, Burhan bersama istri dan 4 orang anaknya rela tinggal di dalam tenda yang berukuran sedang hingga sekarang.
“Kami ini sudah hampir dua bulan tinggal di dalam tenda. Dan malam senin (29/05/2017) pas hujan deras, air masuk kedalam tenda hingga sampai lutut. Hal demikian membuat kami terpaksa naik di papan  dan pasrah tidak tidur hingga sahur bersama anak kami yang masih kecil”, ujar Rusna Istri Burhan. Rabu (31/05/2017).
Camat Malangke, Sofyan Zubair, saat dikonfirmasi melalui telephon membenarkan kejadian itu, bahwa Burhan Warga Dusun Sumber Agung Desa Salekoe itu,  rumahnya hangus di lahap si jago merah sejak bulan april 2017.
Ditanya apakah bapak ketahui bahwa bahwa hari senin (29/05/2017) itu, tenda yang dia tempati bernaung keluarga burhan sempat terendam hingga sampai lutut? Ya..! Saya mengetahui, namun tak bisa berbuat banyak karena hujan deras. Yang jelasnya kami sudah kordinasikan kepada dinas terkait.” Kata Sofyan Subair.
Kepala desa Salekoe, Jumrana, saat di temui mengatakan bahwa saya sudah menawarkan untuk dirumah saja, tapi pak Burhan enggan berkomentar dan hanya merasa berterima kasih dan menolak tawaran saya. “Ungkap Jumrana.
Ditanya apakah sudah ada batuan perabot dari dinas sosial ? “Ia katakan bahwa terkait bantuan itu, belum ada. Namun ini baru-baru saya di panggil menghadap di dinas sosial untuk mengurus kelengkapan berkas bantuan.
“Akan tetapi soal kapan bantuan itu, pihak dari dinas sosial tidak memberikan kepastian”tutupnya. (Awhy).

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply