TEROBOSAN PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA DIBAWA KEPEMIMPINAN INDAH – TAHAR

banner 468x60)

MASAMBANEWS. – Di hari jadinya yang ke-18, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara telah banyak melakukan terobosan demi terobosan, prestasi demi prestasi, yang pastinya berdampak pada lancarnya roda pemerintahan yang dinakhodai Bupati Indah Putri Indriani dan Wakil Bupati Muhammad Thahar Rum, yang tentunya juga linier terhadap kesejahteraan dan kemajuan daerah yang dipimpinnya. Pemerintahan Indah – Thahar yang dilantik pada Februari 2016 kini telah berusia setahun dua bulan. Dalam range waktu tersebut, Indah-Thahar telah melakukan banyak hal ke arah yang lebih baik. Mengingat janji politik Indah-Thahar hingga 2021, maka tentunya apa yang dinikmati masyarakat Luwu Utara tentu masih jauh dari kata “sempurna”. Meski demikian, perubahan yang lebih baik tentu telah dirasakan, setidaknya jika dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perubahan, terobosan dan prestasi di sektor pertanian, perikanan, peternakan, pelayanan dasar, pelayanan sosial serta pembangunan infrastruktur fisik sarana dan prasarana, yang dilakukan Indah-Thahar bisa kita lihat dari klasifikasi di beberapa sektor berikut ini.
Untuk perkembangan dan peningkatan hasil-hasil produksi, populasi dan sarana-prasarana pertanian dalam arti luas, Indah-Thahar telah menghadirkan beberapa prestasi atau terobosan. Beberapa di antaranya adalah: (1) Peningkatan produksi padi dari 230.876 ton GKP pada 2015 menjadi 237.573 ton GKP pada 2016; (2) Peningkatan produksi jagung dari 36.233 ton pada 2015 menjadi 67.000 ton pada 2016; (3) Surplus beras 73.605 ton pada 2015 menjadi 76.657 ton pada 2016; (4) Luas areal pertanaman pada 2015 seluas 40.212 ha menjadi 43.471 ha pada 2016; (5) Produksi kakao sebesar 22.296 ton pada 2015 menjadi 23.296 ton pada 2016; (6) Produksi kelapa sawit 231.607 ton pada 2015 menjadi 335.288 ton pada 2016; (7) Populasi ternak besar (sapi dan kerbau) pada 2015 sebanyak 40.673 ekor menjadi 42.892 ekor pada 2016; (8) Kelahiran ternak hasil IB sebanyak 1.140 ekor pada 2015 menjadi 1.296 ekor pada 2016; (9) Produksi rumput laut 178.631 ton pada 2015 menjadi 182.249 ton pada 2016; (10) Produksi ikan bandeng 6.995 pada 2015 menjadi 7.821 ton pada 2016; (11) Produksi udang 721 ton pada 2015 menjadi 1.172 ton pada 2016; dan (12) Produksi ikan air tawar 1.529 ton menjadi 1.629 ton pada 2016. Untuk sektor pelayanan dasar Pemda Lutra telah menghadirkan beberapa prestasi dan terobosan selama 2016. Beberapa di antaranya adalah: (1) Peningkatan status puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap, masing-masing Puskesmas Cendana Putih dan Rampi; (2) Cakupan kepemilikan jaminan kesehatan 65,47% pada 2015, menjadi 70% pada 2016; (3) Posyandu Purnama Mandiri sebesar 52,22% pada 2015 menjadi 57% pada 2016; (4) Jumlah desa dengan komitmen KTR sebanyak 32 desa pada 2015, mejadi 47 desa pada 2016; (5) Jumlah desa ODF 25 desa pada 2015 menjadi 28 desa pada 2016; (6) Cakupan ASI Eksklusif 76,4% pada 2015, menjadi 78,6% pada 2016; (7) Diterapkannya Perda Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok; (8) Memperoleh Penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan atas Keberhasilan Lutra dalam Eliminasi Malaria melalui Program 1 KK 1 Jumantik, dan (9) Program Sarjana Mengajar dengan Mengangkat Guru Honorer khusus wilayah terpencil. Untuk sektor reformasi birokrasi, beberapa terobosan yang dilakukan adalah: (1) Seleksi peneriman untuk Pejabat Tinggi Pratama ada 3 pada 2015, menjadi 19 pada 2016; (2) Distribusi ASN secara profesional dan proporsional sesuai dengan kebutuhan SKPD mulai diberlakukan pada 2016; (3) Penerapan Aplikasi melalui Sistem Elektronik menuju e-Government selama 2016 dan dilanjutkan pada 2017 antara lain e-Absensi, e-Budgeting, e-Planning, e-Proposal, e-Procurement, e-Siskeude, dan lain-lain; dan (4) Peringkat pertama nasional untuk kategori Kabupaten kecil dalam pemanfaatan teknologi informasi. Untuk sektor pelayanan sosial, beberapa terobosan yang dilakukan adalah: (1) Memberikan jaminan hidup untuk penyandang disabilitas terutama yang cacat permanen serta penyediaan unit pelayanan sosial keliling; (2) Operasi rutin Satpol PP dalam pengendalian penyakit sosial masyarakat; (3) Peningkatan ketersediaan anggaran, baik APBD maupun APBN untuk penyediaan logistik korban bencana alam; (4) Rehabilitasi tanggul sepanjang 850 m pada 2015, menjadi 18.650 m pada 2016; dan (5) Normalisasi sungai 4.000 m pada 2015 menjadi 25.050 m pada 2016. Untuk sektor pelayanan dasar, menghasilkan 9 prestasi/terobosan. Untuk sektor reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas SDM ASN, menghasilkan 4 prestasi/terobosan. Untuk sektor pelayanan sosial dan Penanggulangan Bencana, menghasilkan 5 prestasi/terobosan. Sementra di sektor Pembangunan infrastruktur fisik prasarana, Indah-Thahar menghadirkan 5 prestasi/terobosan. Untuk sektor pengembangan infrastruktur fisik prasarana, pemerintah telah belakukan beberapa pekerjaan yang membanggakan. Beberapa di antaranya adalah: (1) Pengaspalan jalan sepanjang 356,255 km hingga tahun 2016; (2) Pengkerikilan jalan sepanjang 379,245 km hingga 2016; (3) Jaringan perpipaan sepanjang 90.855 km hingga tahun 2016; (4) Panjang drainase yang dibangun sepanjang 96,86 km sampai tahun 2016; dan (5) Panjang jaringan irigasi sepanjang 44,568 km sampai tahun 2016. (Awhy/Lh)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply