“KABUPATEN LUWU UTARA SURPLUS BERAS DAN JAGUNG CAPAI SWASEMBADA PANGAN”

banner 468x60)

MASAMBA NEWS- – Kebutuhan akan hasil pertanian  khususnya komoditi jagung, untuk nasional sangat besar. Mengingat saat ini untuk pemenuhan kebutuhan jagung di Indonesia, Pemerintah masih melakukan impor dari Argentina, Belgia, dan Amerika.

Namun di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, sampai dengan akhir tahun 2016, produksi komoditi jagung mengalami surplus 58.000 ton. Bertambah 93% dari produksi tahun sebelumnya. “Tahun 2015, kita hanya surplus 31.000 ton pertahun” ujar Armiadi, Kadis ketahanan pangan Luwu Utara, di Masamba, Jumat.

Tidak hanya jagung, Kabupaten yang dipimpin oleh Bupati Indah Putri Indriani dan wakilnya Muh. Thahar Rum ini, akhir desember 2016, juga mengalami surplus produksi beras 94.000 ton/tahun. Jumlah tersebut lebih tinggi dari tahun 2015, yakni sebesar 86.000 ton/tahun.

Sementara itu Bupati Luwu Utara menyatakan komitmennya untuk terus mencapai target swasembada pangan menuju ketahanan pangan di daerah itu.

“Dengan surplus tersebut, membuat kabupaten Luwu Utara termasuk salah satu daerah penyangga kadaulatan pangan di Provinsi Sulawesi Selatan” kata Bupati Indah.

Saat ini, Kabupaten Luwu Utara juga termasuk salah satu daerah pengirim beras ke beberapa wilayah, seperti  Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan wilayah lainnya.

Diketahui, letak geografis dan kondisi alam daerah yang akrab disebut bumi lamarangginang ini, menjadikan sektor pertanian sebagai panglima ekonomi bagi sebagian besar penduduknya.

Komitmen pemerintah setempat dengan berbagai kebijakan, pendampingan dan inovasi yang tinggi untuk meningkatkan produksi sektor ini, menjadikan Kabupaten Luwu Utara sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Sulawesi Selatan.(Awhy)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply