WAKIL KETUA FPK HIMBAU DAMAI ITU INDAH

banner 468x60)

img-20161128-wa0021

MASAMBA NEWS – Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Luwu Utara, H. Pardenga, BA menghimbau kepada warga Luwu Utara yang terdiri dari berbagai suku,etnis, agama,ras dan budaya untuk selalu hidup dalam kedamaian ditengah perbedaan,menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan persaudaraan antara suku,etnis, agama,ras dan budaya dalam Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu.”Damai itu Indah, mari kita menghimbau kepada masyarakat dimulai dari keluarga, tetangga, satu suku, etnis, budaya dan agama agar tetap menjaga nilai-nilai luhur budaya dan agama kita masing-masing” kata H.Paradenga saat memimpin rapat kerja monitoring dan evaluasi dihadapan pengurus FPK yang berlangsung diruang pertemuan Badan Kesbangpol Luwu Utara, Senin (28-11).

Masih menurut H.Pardenga,BA bahwa tugas FPK kedepan sangat besar sebagaimana yang diatur dalam Permendagri 34 Tahun 2006 untuk menjaring aspirasi masyarakat di bidang pembauran kebangsaan, menyelenggarakan forum dialog dengan pimpinan organisasi pembauran kebangsaan, pemuka adat, suku, dan masyarakat, menyelenggarakan sosialisasi kebijakan yang berkaitan dengan pembauran kebangsaan dan merumuskan rekomendasi kepada bupati sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pembauran kebangsaan.”Kita luruskan issu-issu politik yang sekarang ini tengah merebak di masyarakat yang dapat memecahbelahkan persatuan dan kesatuan bangsa ini, keutuhan NKRI tetap dijaga. Upaya kita dengan turun langsung di masyarakat. Jika issu-issu dibiarkan nantinya akan menjadi masalah yang dapat mengganggu stabilitas daerah dan negara dengan pendekatan persuasive” terangnya.

FPK yang merupakan forum yang mencerminkan keterwakilan suku,etnis, agama,ras dan budaya yang ada di Kabupaten Luwu Utara, salah seorang pengurusnya, I Wayan Suta mewakili etnis Bali mengatakan banyak pembiaran beberapa kasus yang terjadi di masyarakat, setelah terjadi baru ditangani. Hal senada juga diungkapkan yang mewakili suku Rongkong, Palulungan mengatakan pihaknya bersama pendeta telah melakukan pencerahan kepada masyarakat atas issu-issu yang berkembang selama ini di masjid dan gereja untuk mewaspadai dini dan tidak terpancing dengan hal-hal yang berkembang di media sosial. Sementara etnis Toraja diwakili oleh Rabang meminta supaya nilai-nilai budaya luhur, sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi agar senantiasa dipupuk dan dikembangkan untuk mencegah terjadinya konflik.(Uck)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply