Achdar Bantah Pejabat Lutra Bagi Bagi Lahan Trasnmigrasi

banner 468x60)

20161109_162237

MASAMBA NEWS – Banyaknya warga transmigran di UPT Lantang Tallang yang belum mendapat jatah lahan sesuai yang dijanjikan, dimana seharusnya setiap kepala keluarga mendapat jatah lahan minimal dua hektare, namun hingga kini belum terwujud, demikian diungkapkan Mahfud salah seorang perwakilan warga.

Mereka pun mengadukan nasibnya ke DPRD Luwu Utara, Rabu (9/11/2016). Mereka meminta agar kasus ini dituntaskan serta meminta dewan membentuk tim investigasi turun langsung ke lokasi, untuk menghindari kecurigaan adanya dugaan bagi bagi lahan transmigrasi untuk pejabat di daerah.

Guna menghindari kecurigaan dugaan bagi bagi lahan transmigrasi untuk pejabat di daerah, LSM Masamba Affair, Amordi berharap DPRD dan aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan meninjau lokasi, meski kabar bagi bagi lahan untuk pejabat belum bisa dipastikan kebenarannya.

“Persoalan hutan peruntukan lain yang selalu menjadi alasan. Lalu mengapa ada usulan pemukiman transmigrasi kalau memang lahan tidak ada, untuk itu tidak ada salahnya untuk diselidiki masalah benar tidaknya dugaan bagi bagi lahan untuk pejabat”. Ungkap Amor.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Achdar, membantah dugaan adanya bagi bagi lahan transmigrasi, sehingga warga transmigrasi belum mendapatkan jatah lahan.

“Tidak benar kalau ada bagi bagi lahan pejabat daerah, sehingga warga transmigrasi belum mendapatkan jatah lahan, keterlambatan pembagian ini, karena pihak pertanahan belum punya kesempatan turun ke lokasi untuk mengukur”. Ungkap Achdar.(ull)

banner 468x60)

Related Post

banner 468x60)

Leave a reply